Hasil Pemilu Singapura 2025: PAP Raih 65,57% Suara, Lawrence Wong Dapat Mandat Kuat

Hasil Pemilu Singapura 2025: PAP Raih 65,57% Suara, Lawrence Wong Dapat Mandat Kuat

Partai Aksi Rakyat (PAP) berhasil mempertahankan kekuasaannya dengan kemenangan telak dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2025.

Nurjali

Singapura, Batamnews – Partai Aksi Rakyat (PAP) berhasil mempertahankan kekuasaannya dengan kemenangan telak dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2025, meraih 87 dari 97 kursi di Parlemen. 

Hasil ini menegaskan kembali kepercayaan rakyat Singapura terhadap kepemimpinan Perdana Menteri Lawrence Wong di tengah ketidakpastian ekonomi global dan transisi kepemimpinan partai.  

Dengan perolehan suara sebesar 65,57%, PAP mengalami peningkatan signifikan dibandingkan Pemilu 2020 (61,24%). 

Baca juga: Pembajakan Laut Meningkat 35% di 2025, Selat Singapura-Batam Jadi Hotspot!

Kemenangan ini juga menjadi ujian pertama bagi Wong sebagai pemimpin partai, sekaligus membalikkan tren penurunan suara PAP setelah pergantian perdana menteri dalam pemilu sebelumnya.  

Dalam konferensi pers setelah pemilu, PM Wong menyatakan bahwa hasil ini merupakan "mandat yang jelas dan kuat" bagi pemerintah untuk memimpin Singapura di tengah tantangan ekonomi dan geopolitis global.  

"Ini bukan sekadar kemenangan partai, tetapi sinyal kepercayaan rakyat terhadap stabilitas dan masa depan Singapura," ujarnya. 

"Kami akan bekerja lebih keras untuk memastikan kemajuan nyata bagi negara."*  

Senior Minister Lee Hsien Loong, yang menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Wong pada Agustus 2024, menyambut hasil pemilu dengan lega. 

"Penting bagi PM Wong mendapatkan mandat kuat untuk menunjukkan bahwa Singapura bersatu dan siap menghadapi dunia yang penuh gejolak," tulisnya di Facebook.  

Partai oposisi utama, Workers’ Party (WP), berhasil mempertahankan 10 kursinya di Aljunied GRC, Sengkang GRC, dan Hougang SMC, tetapi gagal merebut wilayah baru seperti Tampines GRC dan Jalan Kayu SMC.  

Meski demikian, WP berhak mendapatkan 2 kursi NCMP (Non-Constituency MP), yang akan meningkatkan total perwakilannya di Parlemen menjadi 12 kursi—terbesar dalam sejarah partai. 

Pimpinan WP, Pritam Singh, mengakui pemilu ini berat tetapi berterima kasih kepada pendukung. "Kami akan terus bekerja untuk menyeimbangkan Parlemen," katanya.  

Baca juga: Mulai Juni 2025, Indonesia Kurangi Pasokan Gas ke Singapura 30 MMSCFD

Partai oposisi lain seperti Progress Singapore Party (PSP) dan Singapore Democratic Party (SDP) mengalami hasil buruk. PSP, yang dipimpin oleh Tan Cheng Bock, kalah di semua daerah pemilihannya, termasuk West Coast-Jurong West GRC (39,99% suara).  

Sementara itu, SDP gagal merebut Sembawang GRC dan Sembawang West SMC. Ketua SDP, Chee Soon Juan, yang berharap masuk Parlemen melalui kursi NCMP, akhirnya kecewa karena hasil WP di Tampines GRC lebih baik.  

Pemilu kali ini mencatat partisipasi terendah sepanjang sejarah—hanya 92,47% dari 2,6 juta pemilih terdaftar. Sebelumnya, rekor terendah terjadi pada Pemilu 2011 (93,06%).  

Dengan kemenangan ini, PAP kembali memegang super majority di Parlemen, memperkuat posisinya dalam memimpin Singapura menghadapi tantangan ekonomi dan politik global.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :