Pembajakan Laut Meningkat 35% di 2025, Selat Singapura-Batam Jadi Hotspot!
Kapal nelayan
Batam, Batamnews – Laporan terbaru dari Biro Maritim Internasional (IMB) mengungkapkan peningkatan signifikan kasus pembajakan dan perampokan bersenjata di perairan global pada awal 2025.
Dari Januari hingga Maret 2025, tercatat 45 insiden, naik 35% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 33 kasus.
Wilayah Selat Singapura, yang membentang antara Singapura dan Indonesia, menjadi hotspot pembajakan dengan 27 dari 45 insiden global terjadi di perairan tersebut. Menurut IMB, 92% kapal yang diserang berhasil dimasuki perompak, termasuk kapal kargo besar dan kapal tanker.
Baca juga: Ban Pesawat Garuda Lepas! Penumpang Tanjungpinang-Jakarta Mengeluh Delay Akhirnya Dialihkan
Dari total kasus, 37 kapal berhasil dinaiki perompak, empat kapal dibajak sepenuhnya, dan empat lainnya gagal dibajak. Ancaman terhadap awak kapal juga meningkat: 37 pelaut disandera, 13 diculik, dua diancam, dan satu terluka.
Penggunaan senjata api juga melonjak, terutama di Selat Singapura, di mana senjata digunakan dalam 14 kasus.
Direktur IMB, Michael Howlett, menyatakan keprihatinan atas tren ini dan menekankan pentingnya menjamin keselamatan pelaut serta keamanan jalur perdagangan strategis.
"Keamanan jalur vital seperti Selat Singapura harus menjadi prioritas. Semua langkah diperlukan untuk melindungi awak kapal dan mencegah gangguan pada perdagangan global," tegas Howlett.
Meski demikian, IMB belum memberikan analisis pasti soal penyebab lonjakan pembajakan di Selat Singapura. Peningkatan pengawasan dan kerja sama internasional didorong untuk menekan aksi kriminal di laut.

Komentar Via Facebook :