Tewas dengan Luka Tergorok, Keluarga Rasman Ungkap Riwayat Depresi dan Dua Kali Upaya Bunuh Diri

Tewas dengan Luka Tergorok, Keluarga Rasman Ungkap Riwayat Depresi dan Dua Kali Upaya Bunuh Diri

Kapolsek Batamkota saat melihat kondisi korban (Foto : Tommy Purniawan/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews – Suasana duka menyelimuti keluarga Rasman, pria yang ditemukan tewas pada Kamis malam (1/5/2025) dalam kondisi mengenaskan. Setelah dua kali mencoba mengakhiri hidupnya namun berhasil digagalkan, kepergian Rasman kali ini tak bisa dicegah. Keluarga merasa terpukul dan hanya bisa mengenang kenangan semasa hidupnya.

Salah satu orang terdekat Rasman, Yohana, menceritakan bahwa dirinya sangat dekat dengan korban belakangan ini. Selain memiliki hubungan keluarga, Yohana juga mengaku aktif memantau kondisi mental dan keseharian Rasman setelah mengalami tekanan berat karena persoalan pekerjaan dan rumah tangga.

“Tak ada yang janggal saat dia pergi siang tadi. Dia hanya bilang mau bertemu kawan. Tapi wajah terakhirnya terus terbayang,” kata Yohana saat ditemui wartawan dengan nada lirih.

Menurut Yohana, Rasman baru mulai stabil secara emosional setelah rutin mengonsumsi obat penenang dari dokter. Sebelumnya, ia diketahui mengalami gangguan psikologis yang cukup berat, terutama setelah kehilangan pekerjaannya sebagai staf IT di sebuah perusahaan elektronik.

“Sejak berhenti bekerja, dia terlihat sangat tertekan. Belum lagi masalah keluarga yang terus menghimpit,” ungkapnya.

Yohana juga mengungkap dua upaya bunuh diri sebelumnya. Pertama, saat korban dirawat di Rumah Sakit Awal Bros beberapa bulan lalu. Ia sengaja menyembunyikan tang di dalam perutnya, hingga terpaksa menjalani operasi kedua setelah tim medis menemukan benda asing tersebut melalui rontgen.

“Waktu itu pihak rumah sakit kaget, ada tang dalam perutnya. Harus dibedah ulang,” tutur Yohana.

Upaya kedua terjadi saat Rasman mematahkan kran air di rumah dan mencoba melukai dirinya sendiri. Ia sempat dilarikan ke RS BP Batam akibat luka yang cukup serius. “Kali ini kami benar-benar kecolongan. Karena dia terlihat sudah membaik dan normal seperti biasanya,” katanya lirih.

Setelah kejadian tragis tersebut, Yohana bersama beberapa kerabat dibawa ke Polsek Batam Kota untuk dimintai keterangan. Sementara Tim Dokter Forensik Polda Kepri bersama Inafis Polresta Barelang melakukan olah TKP dan pemeriksaan barang bukti. Polisi menemukan pisau lipat, anak pisau cutter, serta jejak sidik jari di dalam mobil milik korban. Proses pemeriksaan di lokasi memakan waktu hampir tiga jam.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Debby, saat dikonfirmasi di lokasi menyatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi luka serius pada bagian leher. “Kami masih lakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi,” ujar Debby.

Terkait apakah kejadian ini murni bunuh diri atau ada unsur kekerasan dari pihak lain, Kompol Debby enggan memberikan kesimpulan prematur. Penyelidikan harus menyeluruh, termasuk hasil visum dan keterangan saksi.

(Tommy Purniawan)
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :