Desa Pulau Lalang di Kepulauan Riau Masih Gelap Gulita, Janji Ansar Soal Listrik Kepri Terang Belum Nyata

Desa Pulau Lalang di Kepulauan Riau Masih Gelap Gulita, Janji Ansar Soal Listrik Kepri Terang Belum Nyata

Pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Golkar satu paket dengan Gubernur Ansar Ahmad saat kampanye di Pulau Lalang bersama Politisi Partai Golkar.

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews – Di tengah gempuran program "Kepri Terang" yang digaungkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, ternyata masih ada wilayah di provinsi ini yang belum tersentuh listrik. 

Desa Pulau Lalang (dulu bernama Desa Pulau Berhala), Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, hingga April 2025 masih hidup dalam kegelapan, tanpa akses listrik dari PLN.  

Padahal, di era digital yang serba modern, listrik sudah menjadi kebutuhan dasar. Warga Desa Pulau Lalang harus bertahan dengan penerangan seadanya selama puluhan tahun. 

Anak-anak terpaksa belajar dalam kondisi minim cahaya, sementara aktivitas warga sangat terbatas saat malam tiba.  

Baca juga: Menteri Yusril Resmikan PT Pegaunihan Technology di Batam, Dukung Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

"Sangat susah, terutama malam hari. Kami seperti terisolasi dari perkembangan zaman," keluh seorang warga kepada Batamnews.co.id, Jumat, 25 April 2025.  

Berdasarkan data yang dirilis Gubernur Ansar Ahmad, rasio elektrifikasi Kepri per April 2025 telah mencapai 98,19%, artinya hanya tersisa 1,81% rumah tangga yang belum teraliri listrik. 
Sayangnya, Desa Pulau Lalang termasuk dalam minoritas yang belum merasakan terangnya listrik.  

Padahal, Ansar Ahmad berjanji bahwa pada 2025 tidak akan ada lagi sistem *isolated* PLN—di mana listrik hanya mengandalkan genset atau Solar Home System (SHS) dengan pasokan terbatas. Namun, janji itu belum terwujud bagi warga Pulau Lalang.  

Masyarakat Pulau Lalang merasa program "Kepri Terang" belum berpihak kepada mereka. Puluhan tahun mereka menunggu, namun impian mendapatkan listrik 24 jam masih jauh dari kenyataan.  

Baca juga: Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Terima Audiensi Singtel Group dan NeutraDC Nxera Batam

"Kami di daerah terpencil, tapi jangan dikucilkan. Anak-anak kami butuh listrik untuk belajar," ujar seorang warga.  

Mereka mendesak pemerintah provinsi dan PLN segera merealisasikan pengadaan listrik di desa mereka. "Kami minta keadilan. Jangan sampai program hanya jadi janji di atas kertas," tambahnya.  

Harapan warga kini tertumpu pada respons Gubernur Ansar Ahmad. Apakah "Kepri Terang" benar-benar bisa menerangi seluruh pelosok Kepri, atau hanya sekadar slogan tanpa realisasi?  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :