Polisi Selidiki Pengrusakan Rumah Warga Baloi Kolam, Pelaku Terekam Kamera
Rumah warga yang roboh akibat kerusuhan yang terjadi di Baloi.
Batam, Batamnews – Kerusuhan yang terjadi di Baloi Kolam dalam beberapa hari terakhir telah memicu kekhawatiran jajaran kepolisian. Selain mengamankan situasi untuk mencegah keributan antarwarga, polisi juga menanggapi laporan warga yang masuk ke Mapolresta Barelang.
Pantauan di lokasi menunjukkan puluhan petugas berjaga pasca-pengrusakan sejumlah rumah warga. Korban pengrusakan diduga adalah warga yang telah menerima uang sagu hati, sementara pelakunya diduga berasal dari pihak yang belum menerima pembayaran tersebut.
Dalam beberapa video yang beredar, wajah pelaku terlihat jelas terekam kamera. Massa juga berkerumun di Mapolresta Barelang untuk mempertanyakan laporan korban pengrusakan.
Baca juga: Daftar Proyek Tender dan Non-Tender Tahun 2025 di LPSE Kota Batam yang Sudah Berjalan April 2025
Sumber kepolisian menyebutkan bahwa laporan yang masuk memiliki dasar hukum lemah karena bangunan yang dilaporkan tidak dilengkapi bukti kepemilikan tanah yang sah, seperti sertifikat.
Selain itu, terdapat pula kasus warga yang sudah menerima uang sagu hati, tetapi rumahnya tetap dirusak oleh orang tak dikenal.
Meski demikian, polisi tetap menerima laporan secara profesional untuk ditindaklanjuti guna menentukan tersangka.
Menanggapi hal ini, Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, menjelaskan bahwa tanah yang dihuni warga Baloi Kolam merupakan milik PT Alfinky Multi Berkat. Perusahaan telah memberikan uang sagu hati kepada sebagian warga, sementara sebagian lainnya belum menerima.
"Bagi yang belum menerima sagu hati, harap tidak mengganggu. Jika terbukti ada provokasi, kami akan bertindak tegas," tegas Zaenal pada Minggu, 20 April 2025 siang.
Ia menambahkan bahwa kehadiran polisi di lokasi bertujuan untuk mencegah hal-hal tidak diinginkan, seperti perkelahian atau pelanggaran hukum lainnya.
Baca juga: 4 Rumah Rusak Parah Akibat Pohon Tumbang di Lubuk Baja, Batam
"Polisi hadir demi mengamankan semua pihak," ujarnya.
Soal laporan warga Baloi Kolam, Zaenal menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memastikan laporan akan ditindaklanjuti. Namun, ia mengimbau warga agar tidak melakukan provokasi yang dapat merugikan banyak pihak.

Komentar Via Facebook :