Polisi Datangkan Psikolog Periksa Kejiwaan Pelaku Penikaman Ketua RT Greenland di Batam

Polisi Datangkan Psikolog Periksa Kejiwaan Pelaku Penikaman Ketua RT Greenland di Batam

A (42), Pelaku penikaman Ketua RT Blok A Perumahan Greenland, Batam Kota, Batam, jalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Batam Kota, Jumat (11/04/2025). (foto. batamnews.co.id).

Nurjali

Batam, Batamnews - Jajaran Polsek Batam Kota masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus penikaman terhadap Amir, Ketua RT Blok A Greenland. Untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku berinisial A, polisi mendatangkan psikolog.  

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby, menyatakan bahwa pelaku saat ini masih diamankan di Mapolsek dan sedang menjalani pemeriksaan. 

"Kami telah berkoordinasi dengan psikolog dan masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku," ujarnya pada Rabu, 16 April 2025 malam.

Baca juga:  Kronologi Penikaman Ketua RT di Perumahan Greenland: Korban Stroke Bertahan dengan Sisi Kiri Tubuh

Menurut Bobby, langkah ini diambil karena ada beberapa pertimbangan, termasuk pernyataan pelaku yang kerap tidak masuk akal. 

"Kami perlu memastikan apakah kondisi kejiwaannya stabil atau tidak," jelasnya.  

Amir, korban penikaman oleh warganya sendiri, saat ini masih menjalani operasi di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Seraya. Ia mengalami luka tusuk di sekujur tubuhnya dan mendapat puluhan jahitan.  

Kejadian ini mengejutkan keluarga korban. Salah seorang anak Amir yang enggan disebutkan namanya mengaku tidak percaya ayahnya, yang berusia 74 tahun, menjadi korban penganiayaan berat. "Bapak tidak pernah bermasalah dengan siapapun," katanya.  

Ia menerima kabar dari polisi sekitar pukul 13.00 WIB bahwa ayahnya dibawa ke RS. "Saya kaget karena baru berbicara dengannya sekitar pukul 12.00," ujarnya.  

Baca juga: Kapolresta Barelang: Pelaku Penikaman Anak di Batam Harus Ditemukan!

Dengan panik, ia segera menuju RS dan terkejut melihat kondisi ayahnya yang penuh luka. "Luka paling parah ada di perut sebelah kiri," ungkapnya.  

Berdasarkan pengakuan korban dalam keadaan setengah sadar, pelaku diduga memiliki kelainan jiwa. 

"Katanya, pelaku pernah melempari air jamban ke rumah kami sebelumnya," tutur anak korban.  

Ia berharap ayahnya cepat pulih dan pelaku mendapat hukuman yang setimpal. Sementara itu, polisi masih mendalami motif dan latar belakang kejadian ini.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :