Keluarga Korban Bantah Dugaan Bullying, Ungkap Hubungan Keluarga di Balik Pembunuhan di Dinas Cipta Karya Batam
Korban seorang pegawai honorer di Kantor Dinas Cipta Karya Kota Batam.
Batam, Batamnews - Pasca insiden tragis di Kantor Dinas Cipta Karya Batam pada Senin, 14 April 2025, keluarga korban, Hafiz Rinanda (29), akhirnya angkat bicara.
Mereka menepis dugaan bahwa Hafiz melakukan bullying terhadap pelaku, Faras Kausar (26), yang menggorok lehernya hingga tewas.
Melalui unggahan di media sosial pada Rabu, 16 April 2025, Nelma Yanti, perwakilan keluarga korban, mengungkapkan bahwa Hafiz dan Faras sebenarnya memiliki hubungan keluarga.
Baca juga: Lampu Merah Mati Total di Simpang Kaliban Batam, Lalu Lintas Macet Parah
"Korban dan pelaku adalah family. Keluarga pelaku sudah lama kesulitan menghubungi Faras karena semua kontaknya diblokir. Abang dan kakaknya sering meminta bantuan Hafiz untuk menasihati Faras, tetapi Faras tidak merespons dengan baik," jelas Nelma.
Ia menambahkan bahwa Faras selama bertahun-tahun cenderung menutup diri, baik dari keluarga maupun lingkungan kerja.
"Pelaku merasa sakit hati karena selalu dinasihati Hafiz atas permintaan keluarganya. Kami yakin itu yang memicu tekanan emosionalnya," ujarnya.
Keluarga berharap publik tidak menyimpulkan bahwa Hafiz melakukan bullying, sebab ia justru kerap menjadi penengah antara Faras dan keluarganya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa tragedi ini terjadi di belakang Kantor Dinas Cipta Karya Batam.
Saat itu, Hafiz sedang duduk santai sambil merokok. Tanpa peringatan, Faras mendekati dari belakang dan menggorok leher Hafiz menggunakan pisau dapur yang baru dibeli dari pusat perbelanjaan Top 100 Tiban.
Baca juga: Dua Napi Lapas Narkotika Tanjungpinang Terlibat Penyimpanan Sabu 47,48 Gram
Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Ridho Lubis, membenarkan insiden tersebut. Korban sempat dilarikan ke RS BP Batam, tetapi nyawanya tidak tertolong.
"Korban mengalami luka sayat di leher akibat senjata tajam dan dinyatakan meninggal oleh tim medis," kata Iptu Ridho kepada batamnews.co.id.
Saksi mata menyebutkan bahwa Faras menyerang secara tiba-tiba. Rekan-rekan korban berusaha membantu, namun luka yang dialami Hafiz terlalu parah hingga ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
Faras mengaku nekat membunuh karena telah menahan emosi selama empat tahun akibat merasa terus-menerus di-bully oleh Hafiz. Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Sekupang untuk proses hukum lebih lanjut.
Polisi masih mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada faktor lain di balik tindakan tersebut.
Komentar Via Facebook :