Dermaga Ambruk di Lingga Makan Korban, Anggaran DED Senilai Rp79 Juta tapi Fisik Tidak Dianggarkan
Tangkapan layar video dermaga yang ambruk di Kabupaten Lingga.
Lingga, Batamnews – Dermaga kayu di Dusun Tajur Resun, Desa Baran, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga, yang viral ambruk hingga menyebabkan beberapa korban luka-luka, ternyata sudah memiliki Detail Engineering Design (DED) senilai Rp79.331.778. Namun, hingga kejadian ini, dermaga tersebut belum juga dibangun.
DED tersebut dianggarkan pada 2024 oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga melalui kegiatan Belanja Modal Jasa Konsultansi Perencanaan DED Pembangunan Dermaga Dusun II Tajur Resun, Desa Baran, Kec. Senayang.
Proyek perencanaan ini dimenangkan oleh CV. Ganeshatama yang beralamat di Jalan Ganet Permai, Pondok Akasia Blok H No. 3, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Baca juga: Ruang Tunggu Pelabuhan di Tajur Resun Ambruk, Belasan Warga Luka Parah
Namun, dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Perhubungan Lingga tahun 2025, tidak ada lagi alokasi dana untuk pembangunan fisik dermaga tersebut. Diduga, anggaran tersebut dialihkan untuk proyek lain.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga belum memberikan tanggapan terkait hal ini.
Kejadian ini terjadi pada Minggu, 6 April 2025, saat puluhan tamu undangan sedang bersiap pulang usai menghadiri resepsi pernikahan. Tiba-tiba, struktur dermaga yang sudah rapuh ambruk, menyebabkan sejumlah orang terjatuh ke laut.
Berdasarkan video yang diunggah oleh warga, terlihat puluhan orang berhamburan saat kayu-kayu penyangga dermaga patah. Diduga, ambruknya dermaga disebabkan oleh tiang penyangga yang sudah keropos dan tidak kuat menahan beban orang yang berkumpul.
Kepala Desa Baran, Indra Gunawan, membenarkan insiden tersebut. "Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, tetapi beberapa orang mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke Puskesmas terdekat," ujarnya.
Baca juga: Terbaru! Kasus Kematian Br di Karimun Berubah dari Bunuh Diri ke Pembunuhan, Pelaku Menyerahkan Diri
Kejadian ini memicu kepanikan di antara tamu undangan. Warga dan aparat desa langsung memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan.
Masyarakat mempertanyakan kelanjutan proyek dermaga ini. Jika DED-nya sudah selesai dengan anggaran hampir Rp80 juta, mengapa pembangunannya tidak kunjung dimulai? Apakah dana tersebut dialihkan atau justru mangkrak?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Lingga terkait nasib pembangunan dermaga tersebut.

Komentar Via Facebook :