Viral! Perseteruan Li Claudia vs Yusril Koto Ungkap Proyek Cut and Fill Pejabat Kepri
Terlihat sejumlah alat berat yang sedang melakukan Cut and Fill di samping Hotel Vista.
Batam, Batamnews - Perseteruan antara Wakil Walikota dan Wakil BP Batam, Li Claudia Chandra, dengan Yusril Koto yang viral belakangan ini mengungkap adanya kepentingan pejabat dan mantan pejabat Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam video yang beredar, Yusril menantang Li Claudia untuk bersikap adil dalam menindak pelaku cut and fill.
Ia menyebut proyek semacam itu tidak hanya terjadi di PT Citylink Central Properti (Botania), tetapi juga di sejumlah lokasi lain, seperti Hotel Vista milik Wakil Gubernur Nyanyang Pratamura, Bukit Daeng Tembesi milik mantan Wakil Gubernur Soerya Respaty, dan Lahan di Barelang Setokok milik mantan Kepala BP Batam.
Baca juga: Sadis! Ibu-ibu Tikam Ketua RT di Perumahan Greenland Batam saat Bersih-bersih Taman
"Jangan yang di Botania saja, ayo kita ke lokasi itu," tantang Yusril kepada Li Claudia.
Li Claudia pun menyambut tantangan tersebut dan balik menanyakan kapan Yusril bersedia mendatangi lokasi untuk menghentikan proyek-proyek itu.
Sementara itu, Ahmad Rosano, kuasa hukum PT Karsa Adhitama Persada (pemilik lahan di Setokok), melaporkan Yusril Koto atas pernyataannya yang menyebut perusahaan tersebut ilegal.
Rosano mendatangi SPKT Polresta Barelang pada Kamis, 10 April 2025 dengan membawa dokumen legalitas perusahaan.
"Perusahaan kami legal dan sedang mengembangkan proyek solar cell untuk pembangkit listrik yang akan membantu masyarakat sekitar," tegas Rosano. Ia juga menunjukkan izin lokasi (PL) No. 223100694 sejak 2023 untuk lahan seluas 1.055.909 m² di Kelurahan Setokok.
"Atas dasar apa dia bilang ilegal? Saya tidak terima dan akan laporkan secara resmi," ujarnya.
Baca juga: Rumah di Griya Laguna Permai Batam Terbakar, Api Padam Setelah Dua Jam
Yusril menyatakan tidak gentar dengan laporan tersebut. "Silakan dilaporkan, itu hak mereka," katanya. Namun, ketika diminta bukti terkait klaimnya bahwa lahan-lahan tersebut milik pejabat, Yusril enggan memberikan detail lebih lanjut.
Di lokasi resapan air dekat Hotel Vista, aktivitas cut and fill masih berlangsung dengan alat berat. Warga sekitar mengeluh dampaknya, salah satunya Lili yang mengatakan, "Dulu daerah ini sejuk, sekarang terasa panas sejak ada proyek ini."
Komentar Via Facebook :