Ratusan Porter Pelabuhan 99 Batuampar Keluhkan Pemotongan Upah Tidak Wajar
Ratusan porter di Pelabuhan 99 Batuampar mengeluhkan pemotongan upah oleh pengelola yang dinilai tidak wajar.
Batam, Batamnews – Ratusan porter di Pelabuhan 99 Batuampar mengeluhkan pemotongan upah oleh pengelola yang dinilai tidak wajar. Setiap barang yang mereka bawa dikenai biaya jasa oleh pihak pelabuhan, mengurangi pendapatan mereka secara signifikan.
Keluhan ini terungkap saat Batamnews meliput arus balik pada Minggu, 6 April 2025 dini hari. Saat menunggu Kapal Kelud dari Medan bersandar, sejumlah porter terlihat berbincang di sekitar pelabuhan.
Hampir semua mengeluhkan pemotongan upah yang tidak masuk akal oleh PT Persada, pengelola pelabuhan.
Baca juga: Kapal Kelud Terlambat Satu Jam, Biaya Porter Melonjak
Taufik, salah seorang porter yang telah bekerja selama beberapa tahun, mengungkapkan keluhannya. "Daripada tidak ada pemasukan, Bang, kena potong pun tak apa," ujarnya.
Ia mengaku pendapatannya menurun sejak pelabuhan berpindah lokasi. Kini, setiap barang yang dibawa dari kapal ke parkiran harus diperiksa di pos pengelola.
"Sebelum keluar, kami harus menunjukkan barang ke pos pengelola. Petugas mencatat nomor punggung kami," jelas Taufik.
Setelah mengantar barang ke penumpang, porter harus kembali ke pos untuk menyerahkan uang yang diterima sesuai harga yang telah disepakati.
Hendri, porter lainnya, mengaku pendapatan mereka tidak sebanding dengan tenaga yang dikeluarkan. Sejak beroperasinya Pelabuhan 99, terdapat berbagai potongan, termasuk untuk pengelola, mandor, dan biaya lainnya.
Baca juga: Anti-Trump Ribuan Demonstran Serukan Penentangan di Seluruh AS
"Kalau di pelabuhan lama tidak ada potongan, sekarang banyak sekali. Jika satu barang dihargai Rp100.000, kami hanya dapat Rp65.000. Bagaimana jika bawa 10 barang? Sementara kapal tidak setiap hari datang," keluhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari PT Persada selaku pengelola pelabuhan. Namun, aturan ini dinilai merugikan banyak pihak—penumpang harus membayar lebih mahal, sementara porter hanya menerima upah minim meski bekerja keras.
Komentar Via Facebook :