Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Batu Ampar, Batam
Petugas KN Rantos - P.210 evakuasi mayat MR X yang ditemukan mengapung di perairan Batu Ampar, Kota Batam, Kamis (03/04/2025). (foto. istimewa).
Batam, Batamnews - Warga perairan Batu Ampar, Kota Batam, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat Laki-laki tanpa identitas yang mengapung di laut pada Kamis, 3 April 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh kapal MV. Queen Star 5 saat sedang berlayar menuju Singapura.
Kapten kapal MV. Queen Star 5 melaporkan temuan tersebut melalui radio VHF Channel 16 kepada pihak berwenang. Informasi kemudian diteruskan kepada KN Rantos - P.210 yang segera merespons laporan tersebut.
Nahkoda KN Rantos - P.210 menjelaskan, sekitar pukul 10.05 WIB, pihaknya menerima informasi tentang mayat mengapung di titik koordinat GPS 01°-11'-73 N / 103°-56'-13 E. Berdasarkan laporan awal, mayat tersebut mengenakan baju berwarna merah dan celana hitam.
"Tim dari KN Rantos - P.210 segera bergerak menuju lokasi yang dilaporkan. Pada pukul 10.20 WIB, kapal RIB KN Rantos - P.210 tiba di lokasi dan langsung melakukan koordinasi dengan MV. Queen Star 5. Setelah memastikan keberadaan mayat, tim melakukan evakuasi terhadap jasad yang terapung di perairan tersebut," jelasnya.
Setelah proses evakuasi, KN Rantos - P.210 segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah lebih lanjut. Sementara itu, kapal MV. Queen Star 5 melanjutkan pelayarannya ke Singapura setelah mendapatkan izin dari Batam VTS.
"Jasad korban kemudian dibawa ke dermaga Pelabuhan Bintang 99 sebelum diserahkan kepada pihak POLAIRUD Polda Kepri. Selanjutnya, mayat tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri guna dilakukan identifikasi lebih lanjut," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, identitas korban masih belum diketahui. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian serta mencari tahu identitas mayat tersebut. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diharapkan segera melapor kepada pihak kepolisian.
Komentar Via Facebook :