Sejumlah Daerah Aliran Sungai di Batam Ditimbun, Sekda Jefridin Sidak Lokasi dan Sempat Geram
Lokasi pengerukan tanpa reklamasi di Kota Batam akibatkan banjir terus menggenangi.
Batam, Batamnews – Beberapa titik daerah aliran sungai (DAS) di Batam dilaporkan telah ditimbun, termasuk DAS UIB Baloi, DAS Permata Baloi, hingga Sei Nayon Bengkong. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan warga dan memicu respons dari pemerintah setempat.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi penimbunan DAS di Sungai Permata Baloi, Lubuk Baja, Batam, pada Minggu pagi.
Namun, sidak tersebut sempat memanas ketika seorang warga mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas penimbunan tersebut.
Baca juga: Warga Resah Sungai Baloi Indah Ditimbun, Li Khai Bantah Tuduhan: "Ini untuk Jalan Inspeksi
“Siapa yang perintahkan timbun, siapa operatornya?” tanya warga tersebut. Jefridin langsung bereaksi dengan nada tinggi, “Bapak kok nanya begitu, kok nanya begitu,” ujarnya sembari mendekati pria tersebut.
Jefridin menjelaskan bahwa dirinya turun ke lokasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada proyek Bina Marga di lokasi tersebut, seperti yang sempat diklaim oleh anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Lik Khai.
Ketua RT Kezia Residence, Ade, menyatakan bahwa timbunan tersebut telah disepakati untuk dibongkar kembali guna normalisasi sungai. Menurutnya, penimbunan itu hanya akal-akalan pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.
Terkait nama Hendra Asman, Wakil Ketua DPRD Batam, yang disebut-sebut terlibat dalam masalah ini, Ade membantah klaim tersebut.
“Kita pernah minta beko ampibi untuk membersihkan sungai karena semak dan banyak ular ke Hendra, justru bukan untuk menimbun,” jelas Ade.
Baca juga: Video Sekda Batam Jefridin Meradang Saat Ditanya Soal Penimbunan Ilegal di Sungai Permata Baloi
Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Kepri, Lik Khai, tampaknya belum menerima penjelasan tersebut. Ia meminta agar warga perumahan Kezia juga ditertibkan. “Cuma tanaman dan jemuran bukan masalah, yang masalah itu yang nimbun ini,” sergah Ade.
Kasus penimbunan aliran sungai ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, aktivitas serupa juga dilaporkan di Sungai Nayon, Ocarina, Bengkong.
Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, telah melakukan sidak ke lokasi tersebut, namun hingga kini aktivitas penimbunan masih berjalan tanpa hambatan.
Pemerintah Kota Batam diharapkan segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi masalah ini, mengingat dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Komentar Via Facebook :