Sungai di Permata Baloi Ditimbun, Warga: Penimbun Anggota DPRD Kepri
Kawasan sungai yang ditimbun dan mengkhawatirkan warga.
Batam, Batamnews - Warga Kezia Residence dan Permata Baloi, Batam, khawatir akan ancaman banjir setelah aliran sungai di kawasan tersebut diduga ditimbun. Hujan yang belakangan mengguyur Batam telah menyebabkan sejumlah rumah terendam.
Ketua RT 05 Baloi Indah, Ade, mengungkapkan bahwa proyek penimbunan tersebut diduga melibatkan seorang anggota DPRD Kepri.
"Saya tanya pekerja katanya proyek Pak Lik Khai (anggota DPRD). Itu berada di depan pintu perumahan dia (Permata Baloi)," ujar Ade kepada Batamnews.co.id, Sabtu, 22 Maret 2025.
Ade menjelaskan bahwa warga sangat khawatir dengan potensi banjir yang bisa terjadi. Meskipun alasan yang dikemukakan adalah normalisasi, kenyataan di lapangan justru menunjukkan adanya aktivitas penimbunan sungai.
Kejanggalan lain yang ditemukan adalah penggunaan alat berat jenis beko dalam proyek tersebut yang ternyata merupakan milik Dinas Bina Marga. "Pakai stiker Bina Marga," kata Ade.
Salah seorang warga Kezia Residence, Yuli, menuturkan bahwa sungai tersebut memang kerap meluap saat hujan deras. Sejumlah rumah bahkan mulai terendam akibat curah hujan yang tinggi.
"Kondisi kalau hujan itu sungainya biasa memang naik. Beberapa rumah terendam. Rumah saya sedikit lagi masuk banjir," ujar Yuli.
Sungai yang ditimbun tersebut diketahui mengalirkan air dari arah Polresta Barelang, Awal Bros hingga ke Bukit Permata dan berakhir di laut. Jika aliran air terganggu, banjir dapat semakin parah dan mengancam pemukiman warga.
Menanggapi masalah ini, warga telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak terkait. Beberapa petugas Satpol PP dan Babinsa sudah turun ke lokasi untuk meninjau, namun hingga kini belum ada tindakan tegas yang dilakukan.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat guna mencegah banjir yang lebih parah serta menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proyek tersebut.

Komentar Via Facebook :