Nasib Pusat Data Nasional di Batam: Proyek Tertunda, Kontrak dengan Korea Selatan Berakhir

Nasib Pusat Data Nasional di Batam: Proyek Tertunda, Kontrak dengan Korea Selatan Berakhir

Ilustrasi pusat data layanan server.

Nurjali

Batam, Batamnews - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid membahas kelanjutan pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di Batam, Kepulauan Riau, yang saat ini tertunda. 

Proyek ini sebelumnya merupakan hasil kerja sama dengan Korea Selatan, namun masa kontraknya telah berakhir setelah dua tahun. 

"Kerja sama dengan Korea memang sudah habis masa waktunya. Sekarang kami sedang mengeksplorasi kerja sama dengan pihak lain di luar Korea karena masa waktu kerjasamanya sudah selesai. Namun, pembangunannya akan terus dilakukan," ujar Meutya di Kantor Kemenkominfo, Jumat, 21 Maret 2025.

Baca juga: Deputi VII BP Batam Ajak Masyarakat dan Pengembang Cegah Sedimentasi

Meski demikian, Meutya belum dapat memastikan pihak mana yang akan dilibatkan dalam melanjutkan proyek tersebut. 

"Kami akan memutuskan bersama di tingkat pemerintah. Rencananya, pembangunan data center di berbagai wilayah, termasuk Batam, akan tetap dilanjutkan," tambahnya.

Pada Februari lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sempat mengumumkan penghentian proyek PDN Batam. Pengumuman ini disampaikan di tengah upaya efisiensi anggaran yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Sekretaris Jenderal Kominfo, Ismail, menjelaskan bahwa pagu anggaran kementerian untuk tahun 2025 yang semula Rp7,73 triliun akan disesuaikan sesuai instruksi presiden.

Salah satu proyek yang terkena dampak adalah PDN Batam, yang diputuskan untuk tidak dilanjutkan tahun ini seiring dengan penghentian kebijakan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN). Ismail menyebutkan bahwa efisiensi anggaran yang bersumber dari PHLN mencapai Rp773 miliar.

"Sehubungan dengan pembatalan proyek, data center di Batam akan ditiadakan," kata Ismail dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa, 4 Maret 2025.

Namun, Meutya menegaskan bahwa penghentian proyek ini bukan semata-mata karena efisiensi anggaran, melainkan karena tidak adanya kelanjutan dari kontrak kerja sama dengan Korea Selatan. 

"Data Center Batam ini program yang sudah lama. Kami pernah memiliki kontrak kerja sama dengan Korea Selatan, namun tidak ada lanjutannya," jelas Meutya.

Baca juga: KMP Citra Mandala Abadi, Solusi Transportasi Murah Antar Pulau Nusantara

Ia menduga bahwa kondisi politik di Korea Selatan yang sempat mengalami turbulensi menjadi salah satu faktor penghambat proyek ini. Akibatnya, selama dua tahun terakhir, tidak ada pembangunan yang dilakukan.

Pembangunan PDN merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kedaulatan digital dan mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor di dalam negeri. 

Awalnya, pemerintah berencana membangun tiga Pusat Data Nasional yang tersebar di Cikarang, Batam, dan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Dengan tertundanya proyek PDN Batam, pemerintah kini sedang mencari mitra baru untuk melanjutkan pembangunan data center tersebut. Harapannya, proyek ini dapat segera direalisasikan guna mendukung infrastruktur digital nasional yang lebih kuat dan mandiri.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :