Aksi Damai ASN Dinas Kesehatan Natuna Menuntut Hak Tenaga Kesehatan, Dikawal 160 Personel Polisi

Aksi Damai ASN Dinas Kesehatan Natuna Menuntut Hak Tenaga Kesehatan, Dikawal 160 Personel Polisi

Aksi unjuk rasa tenaga kesehatan di Kabupaten Natuna, tuntut tunjangan dan kesejahteraan.

Nurjali

Natuna, Batamnews – Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna menggelar aksi damai pada Senin, 10 Maret 2025 di Halaman Kantor Bupati Natuna. 

Aksi ini diikuti oleh sejumlah tenaga kesehatan yang menyampaikan aspirasi mereka terkait pembayaran tunjangan dan hak-hak mereka yang belum terpenuhi. 

Kegiatan ini berlangsung tertib dan damai, dengan pengawalan ketat dari 160 personel kepolisian guna memastikan keamanan dan ketertiban.  

Para tenaga kesehatan yang hadir membawa spanduk bertuliskan, “Bayarkan Hak Kami (4 Bulan TPP?), Jangan Kurangi Hak Kami TPP, Tolong Kami Nakes (Tenaga Kesehatan) di Perbatasan NKRI, Bapak Presiden @Prabowo”. 

Baca juga: Minyak Goreng Minyakita Ditemukan Tidak Sesuai Takaran dan HET, Masih Dijual di Swalayan Karimun

Aksi ini menjadi sorotan publik, terutama di tengah nuansa Ramadan 2025, yang seharusnya diisi dengan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan.  

Selain menuntut hak finansial, aksi ini juga menyoroti potensi kekurangan dokter spesialis di RSUD Natuna dalam waktu dekat. Beberapa dokter spesialis, termasuk dr. Fadhil, menyatakan rencana pengunduran diri mereka dari tugas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan dokter spesialis di RSUD Natuna. 

“Saya dan sekitar lima dokter spesialis lainnya sudah sepakat untuk mengajukan pengunduran diri. Mungkin ada lagi yang akan mengikuti langkah kami,” ujar dr. Fadhil.  

Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan menurunnya kualitas layanan kesehatan di Natuna, terutama mengingat posisi strategis kabupaten ini sebagai wilayah perbatasan NKRI.  

Kapolres Natuna, AKBP Nanang Budi Santosa, menjelaskan bahwa pengawalan aksi ini merupakan bagian dari pelayanan publik sekaligus upaya pengamanan terhadap kebebasan berekspresi masyarakat. 

“Kami memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi sesuai koridor hukum. Namun, kami juga mengimbau agar aksi tetap berjalan tertib, damai, dan menghindari tindakan anarkis yang dapat merusak fasilitas umum atau membahayakan peserta maupun masyarakat,” tegas Kapolres.  

AKBP Nanang Budi Santosa juga mengapresiasi sikap peserta aksi yang telah mematuhi aturan. “Kami mendukung aspirasi yang disampaikan secara santun dan sesuai prosedur. Ini adalah wujud demokrasi yang sehat, terutama di bulan penuh berkah ini,” ujarnya.  

Baca juga: Libur Lebaran 2025 Bertambah Jadi 20 Hari, Catat Tanggal Mulai Libur dan Masuk Sekolah!

Dengan pengawalan maksimal dari Polres Natuna, aksi damai tersebut berjalan lancar tanpa insiden. 

Kapolres Natuna berharap langkah ini dapat mendatangkan manfaat positif bagi semua pihak dalam menjaga stabilitas daerah, serta mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama Ramadan.  

“Kami berharap semua pihak menjaga kedisiplinan. Momentum Ramadan harus diisi dengan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan, bukan dengan gesekan yang merugikan,” tutup AKBP Nanang Budi Santosa.  

Aksi ini menjadi pengingat pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan, terutama di daerah terpencil dan perbatasan seperti Natuna. 

Diharapkan, tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti untuk mencegah dampak lebih lanjut pada pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :