Singapore Airlines Cetak Laba Tertinggi, Goh Choon Phong Dapat Bonus SG$2,2 Juta
Photo Clement Alloing (Singapura Airlines)
Singapura, Batamnews - Singapore Airlines (SQ), maskapai terbesar di dunia dan tolok ukur global untuk keunggulan dalam penerbangan, sekali lagi membuktikan dominasinya di industri ini di bawah kepemimpinan CEO Goh Choon Phong.
Maskapai yang menjadi kebanggaan Singapura dan anggota Star Alliance ini baru-baru ini melaporkan laba bersih historis sebesar SG$2,67 miliar (sekitar US$1,98 miliar) untuk tahun fiskal 2023-24.
Pencapaian luar biasa ini tidak hanya memperkuat posisi SQ sebagai pemimpin di sektor penerbangan, tetapi juga menghasilkan imbalan finansial yang signifikan bagi karyawan dan eksekutif puncaknya, termasuk CEO Goh Choon Phong.
Dengan armada lebih dari 150 pesawat penumpang dan operasi yang mencakup 76 destinasi di seluruh dunia, Singapore Airlines terkenal karena konektivitasnya yang mulus di Asia, Eropa, Oseania, dan pantai barat Amerika Serikat.
Baca juga: Pasangan Suami Istri di Singapura Dipenjara Tiga Minggu karena Live TikTok Sambil Goyang Erotis
Maskapai ini, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Temasek Holdings, dana kekayaan negara Singapura, juga mengoperasikan maskapai berbiaya rendah Scoot dan memegang saham minoritas di Air India.
Selama bertahun-tahun, SQ secara konsisten menetapkan standar industri dengan produk keras dan lunaknya yang luar biasa, meraih berbagai penghargaan dan pengakuan.
Di puncak raksasa penerbangan ini adalah Goh Choon Phong, seorang veteran industri yang telah bergabung dengan Singapore Airlines Group selama lebih dari tiga dekade. Lahir di Singapura pada Juli 1963, Phong memegang gelar dari Hwa Chong Junior College dan Massachusetts Institute of Technology (MIT).
Dia bergabung dengan Singapore Airlines setelah menyelesaikan studi pascasarjananya di Amerika Serikat, berkat sponsor dari maskapai tersebut. Selama bertahun-tahun, Phong memegang berbagai peran penting dalam perusahaan, termasuk posisi wakil presiden senior di bidang teknologi komunikasi, teknologi informasi, dan pemasaran.
Dia juga menjabat sebagai ketua SilkAir, anak perusahaan regional SQ sebelumnya, sebelum merger dengan induk perusahaan.
Phong diangkat sebagai CEO Singapore Airlines pada 1 Januari 2011 dan sejak itu memimpin ekspansi maskapai serta pemulihan dari tantangan besar, termasuk krisis finansial 2007-08 dan pandemi COVID-19.
Kepemimpinannya sangat penting dalam mengarahkan maskapai kembali ke profitabilitas, membuatnya meraih pengakuan luas dan berbagai penghargaan di seluruh Asia.
Seiring dengan kinerja luar biasa maskapai, Goh Choon Phong menerima total kompensasi sebesar SG$8,1 juta (sekitar US$6 juta) untuk tahun fiskal 2023-24—naik 20% dari tahun sebelumnya. Pembayaran ini mencakup:
- Gaji Pokok: SG$1,4 juta (sekitar US$1 juta), mewakili 18% dari total kompensasi.
- Bonus: SG$2,2 juta (sekitar US$1,6 juta), terkait dengan profitabilitas maskapai.
- Kepemilikan Saham: SG$4,3 juta (sekitar US$3,2 juta).
- Manfaat Tambahan: SG$148.000 (sekitar US$110.000).
Kompensasi Phong jauh melebihi rekan-rekannya di maskapai terkemuka lainnya di kawasan ini. Misalnya, presiden EVA Air memperkirakan penghasilan sekitar US$1,1 juta, sementara CEO Cathay Pacific menerima US$1,3 juta pada periode yang sama.
Perbedaan ini menyoroti kesuksesan finansial Singapore Airlines yang tak tertandingi di bawah kepemimpinan Phong.
Baca juga: Wawancara Khusus Menteri Masagos Zukifli: Mengapa Warga Singapura Enggan Menikah dan Punya Anak?
Di bawah bimbingan Phong, Singapore Airlines telah memperkenalkan produk premium inovatif yang mendefinisikan kembali kemewahan perjalanan udara.
Pesawat Airbus A350, A380, dan Boeing 777 maskapai ini menawarkan kursi yang luas, dengan rencana untuk lebih meningkatkan kabin kelas bisnis dengan menambahkan pintu untuk mengubahnya menjadi suite pribadi. Suite kelas satu di A380 dianggap sebagai puncak kemewahan dalam penerbangan.
Selain produk kerasnya, SQ juga memprioritaskan produk lunaknya, menawarkan pengalaman yang dipersonalisasi dengan sentuhan khas regional. Kru kabin maskapai ini terkenal karena layanan mereka yang luar biasa, menjadikan SQ pilihan utama bagi para pelancong di kawasan Asia-Pasifik.
Selain itu, Singapore Airlines telah berinvestasi dalam pengalaman darat dan lounge kelas dunia, terutama di hub-nya di Bandara Changi Singapura, yang semakin memperkuat reputasinya sebagai maskapai premium.
Singapore Airlines terus mendominasi pasar Asia Tenggara, mengungguli pesaing seperti Malaysia Airlines dan Thai Airways. Anak perusahaan berbiaya rendahnya, Scoot, juga telah memperoleh pijakan yang kuat di kawasan ini, berkat visi strategis Phong.
Dengan struktur operasional yang kuat, komitmen terhadap inovasi, dan pemimpin seperti Phong, Singapore Airlines diposisikan dengan baik untuk mempertahankan statusnya sebagai pemimpin penerbangan global di tahun-tahun mendatang.
Saat maskapai ini merayakan tahun bersejarahnya, kepemimpinan dan kontribusi Goh Choon Phong tetap menjadi pusat kesuksesannya.
Kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan mendorong profitabilitas tidak hanya menguntungkan maskapai, tetapi juga menetapkan standar tinggi untuk industri penerbangan di seluruh dunia.

Komentar Via Facebook :