Pasangan Suami Istri di Singapura Dipenjara Tiga Minggu karena Live TikTok Sambil Goyang Erotis

Pasangan Suami Istri di Singapura Dipenjara Tiga Minggu karena Live TikTok Sambil Goyang Erotis

Adrian Ching Kah Siang (kanan) dan Nguyen Thi Ngoc Lan tiba di Pengadilan Negara pada 20 Februari 2025. Pria berusia 36 tahun itu membantu Nguyen dalam melakukan tindakan cabul dan memperlihatkan dirinya di tempat umum dengan bertindak sebagai penjaga. (Foto: CNA/Ili Nadhirah Mansor)

Zuhri Muhammad

Singapura, Batamnews - Seorang wanita berpakaian minim melakukan tindakan cabul di area void deck sebuah rumah susun (HDB) di Boon Lay, Singapura, sebagai respons terhadap tantangan dari penonton siaran langsung TikTok-nya.  

Sementara itu, suaminya duduk di sampingnya dan bertindak sebagai penjaga untuk memastikan tidak ada yang mengganggu.  

Pada 20 Februari, Adrian Ching Kah Siang (36), dan istrinya yang berkewarganegaraan Vietnam, Nguyen Thi Ngoc Lan (31), masing-masing dijatuhi hukuman penjara tiga minggu.  

Lan mengakui satu dakwaan melakukan tindakan cabul, sementara Ching, yang merupakan warga negara Singapura, mengaku membantu tindakannya. Satu dakwaan serupa terhadap masing-masing dari mereka juga dipertimbangkan dalam penjatuhan hukuman.  

Hakim Distrik Jasvender Kaur menyatakan bahwa tindakan Lan sangat tidak pantas, dan ia menilai bahwa hukuman penjara layak diberikan.  

Siapa pun yang melakukan tindakan cabul di tempat umum dapat dijatuhi hukuman penjara hingga tiga bulan, denda, atau keduanya.  

Ching meminta pengadilan untuk menyembunyikan identitas mereka, dengan alasan bahwa hal itu dapat menyebabkan tekanan emosional lebih lanjut bagi ibunya. "Ini juga untuk melindungi martabat istri saya," ujarnya. Namun, hakim menolak permintaan tersebut.  

Melakukan Tindakan Cabul dalam Siaran Langsung

Lan, yang memasuki Singapura dengan izin kunjungan sosial yang kini telah habis masa berlakunya, rutin melakukan siaran langsung di TikTok dan aplikasi gim Vietnam MMlive.  

Pada 27 September 2024**, antara pukul 11.30 hingga 14.30, Lan melakukan siaran langsung di void deck Blok 266, Boon Lay Drive.  

Sekitar pukul 13.30, ia menerima tantangan dari penontonnya untuk melakukan tindakan cabul di tempat umum** dengan berpakaian minim, sebagai imbalan atas hadiah digital yang dikirim oleh mereka.  

Lan saat itu mengenakan gaun transparan yang memperlihatkan tubuhnya. Ia berpose dan menari di depan ponselnya saat melakukan siaran langsung.  

Seorang pria yang tinggal di blok HDB tersebut melihat aksi Lan dan memberitahukan istrinya, yang kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.  

Untuk mengumpulkan bukti video, pria tersebut dan istrinya pergi ke lantai dua blok HDB.  

Saat mereka tiba, Lan telah berganti pakaian dengan kimono yang hanya sedikit menutupi tubuhnya, sebelum kemudian melanjutkan aksi cabulnya.  

Tidak lama setelah itu, polisi tiba di lokasi dan menangkap Lan.  

Bukti Video Membongkar Kebohongan Pasangan Ini  

Saat pertama kali diinterogasi, Lan berdalih hanya "menari dengan cara seksi" dan mengklaim bahwa ia hanya memperlihatkan "sedikit" bagian tubuhnya, meskipun pada kenyataannya ia hampir telanjang, menurut jaksa penuntut.  

Ia baru mengakui perbuatannya setelah diperlihatkan bukti video.  

Sementara itu, Ching membantah semua tuduhan ketika dimintai keterangan polisi. Ia mengklaim bahwa mereka berdua "sepenuhnya berpakaian" dan berargumen bahwa tindakan istrinya tidak dapat dianggap sebagai tindakan cabul.  

Jaksa Penuntut Umum, Esther Lim, menyatakan bahwa aksi Lan dilakukan di tempat umum yang sangat terlihat, dan pada waktu dengan lalu lintas manusia tinggi, termasuk anak-anak yang sedang pulang sekolah.  

"Karena Nguyen berada di area tempat tinggal dengan posisi yang sepenuhnya terlihat oleh publik, setiap orang yang pulang ke rumah harus melewatinya dan terpapar tindakannya yang tidak senonoh," ujar jaksa.  

Permohonan Maaf dan Alasan Kesulitan Finansial

Saat berdiri berdampingan di kursi pesakitan, pasangan ini memohon keringanan hukuman. Mereka tidak didampingi pengacara.  

"Dari lubuk hati yang terdalam, saya dengan tulus meminta maaf kepada pengadilan dan masyarakat Singapura," kata Ching, seraya menambahkan bahwa mereka menyesali perbuatannya.  

Ia juga mengungkapkan bahwa pemberitaan media tentang kasus mereka menyebabkan tekanan pada keluarganya dan berdampak pada kariernya.  

Sementara itu, melalui seorang penerjemah, **Lan menyatakan bahwa ia harus menghidupi putrinya yang berusia 13 tahun di Vietnam dan mengalami kesulitan finansial**.  

Saat ini, Lan masih berada di Singapura dengan izin khusus untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :