Remaja 12 Tahun Tenggelam di Bekas Galian Tambang Dompak Tanjungpinang, Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR berhasil menemukan jasad Muhammad Alfiansyah (12 tahun) di Bekas Galian Tambang, Panglima Dompak, Kota Tanjungpinang, Sabtu (25/01/2025). (Foto. Istimewa)
Tanjungpinang, Batamnews – Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, Muhammad Alfiansyah, dilaporkan tenggelam di bekas galian tambang di wilayah Panglima Dompak, Kota Tanjungpinang, Jumat, 24 Januari 2025 sore. Tim SAR Gabungan bergerak cepat untuk melakukan pencarian dan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD).
Informasi awal diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang pada pukul 16:45 WIB dari seorang warga bernama Dedi. Berdasarkan laporan, korban tenggelam saat berenang bersama teman-temannya sekitar pukul 16:30 WIB.
Tim SAR yang terdiri dari lima orang rescuer langsung dikerahkan ke lokasi kejadian menggunakan Rescue Car D-Max dan perahu karet. Setibanya di lokasi pukul 17:15 WIB, mereka langsung melakukan pencarian intensif di area bekas galian tambang yang cukup dalam dan berbahaya.
Baca juga: Ayah Bayi Meninggal di Toilet Ditemukan, Bukan Akibat Aborsi dan Berakhir Damai
Pada pukul 17:55 WIB, korban ditemukan pada kedalaman sekitar 2,5 meter. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban segera dibawa ke RSUP Raja Ahmad Tabib untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas insiden tragis ini. "Kami menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban. Tim SAR Gabungan telah bekerja keras untuk melakukan pencarian secara maksimal dalam waktu singkat," ujarnya.
Ia juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan menghindari area-area berbahaya seperti bekas galian tambang, khususnya untuk anak-anak. "Kami mengingatkan masyarakat, terutama orang tua, untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak bermain atau berenang di lokasi yang berbahaya," tambahnya.
Operasi SAR ini secara resmi ditutup pada pukul 19:30 WIB setelah seluruh tim yang terlibat melaksanakan briefing. Operasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kantor SAR Tanjungpinang, Polair Polres Tanjungpinang, Polsek Bukit Bestari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Kota Tanjungpinang, dan Damkar Kota Tanjungpinang.
Berbagai peralatan pendukung seperti Rescue Car D-Max, perahu karet, alat selam, serta peralatan evakuasi juga digunakan dalam pencarian untuk memastikan operasi berjalan efektif dan efisien.
Musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang bahaya yang mengintai di lokasi-lokasi berisiko tinggi seperti bekas galian tambang. Perhatian lebih dari semua pihak sangat diperlukan agar tragedi serupa tidak terulang.
Komentar Via Facebook :