Mengenal Gonggong, Kuliner Khas Kepulauan Riau yang Mendunia

Mengenal Gonggong, Kuliner Khas Kepulauan Riau yang Mendunia

Gonggong. (Foto: Mutiara/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Tanjungpinang, Batamnews - Jika Anda berencana berwisata ke Kepulauan Riau, salah satu hal yang tak boleh dilewatkan adalah mencicipi kuliner khasnya. Wilayah yang kaya akan hasil laut ini memiliki sajian unik yang hanya dapat ditemukan di sini. Salah satu yang paling populer adalah gonggong, hewan laut mirip siput dengan cangkang keras berwarna putih kecoklatan.  

Gonggong, atau yang dikenal secara ilmiah sebagai Laevistrombus canarium, banyak ditemukan di perairan Kepulauan Riau seperti Desa Lobam, Lingga, Tanjung Uban, Pulau Bintan, dan Batam. Ukurannya sedang, dengan panjang mencapai 7 cm. Hidangan ini sangat diminati oleh warga lokal maupun wisatawan, sehingga tak sulit menemukannya di warung atau restoran seafood di kawasan ini.  

Proses memasak gonggong sangat sederhana, namun cita rasanya tetap istimewa. Gonggong cukup direbus dengan sedikit rempah hingga matang. Untuk menambah kelezatan, biasanya disajikan dengan berbagai sambal sebagai cocolan, seperti sambal jeruk, sambal pedas manis, atau saus tiram.  

Baca juga: Wamenpar RI Hadiri Pesta Gonggong di Gurun Pasir Busung, Apresiasi Kuliner dan Potensi Wisata Bintan

Namun, menikmati gonggong memerlukan sedikit usaha. Dagingnya harus dikeluarkan dari cangkang menggunakan tusuk gigi sebelum dicocol ke sambal. Meski begitu, kenikmatan daging gonggong yang kenyal dan lembut akan sepadan dengan usaha Anda.  

Meski kini menjadi salah satu hidangan andalan Kepulauan Riau, tak banyak yang tahu asal-usul nama gonggong. Ada yang salah mengira bahwa gonggong adalah nama hewan berkaki empat yang suka menggonggong. Padahal, gonggong yang dimaksud adalah siput laut khas daerah ini.  

Menurut cerita, nama gonggong berasal dari orang Hokkien yang datang ke Tiongkok pada tahun 1960-an. Saat berada di pantai Tanjungpinang, mereka melihat timbunan pasir berlumpur yang muncul ketika air laut surut. Di sana, mereka menemukan hewan ini untuk pertama kalinya.  

Karena tak tahu namanya, mereka menyebutnya "gong," yang dalam Bahasa Hokkien berarti bodoh. Sebutan itu muncul karena gonggong tetap diam ketika diambil dari pasir atau lumpur. Dari sinilah nama gonggong mulai dikenal.  

Baca juga: Defisit Anggaran, Renovasi Gedung Gonggong Ikon Tanjungpinang Batal Tahun Ini

Setelah mencoba mengolah dan mencicipinya, warga Tionghoa setempat mulai menyukai gonggong. Hidangan ini kemudian menjadi terkenal di sekitar Tanjungpinang hingga akhirnya menyebar ke berbagai daerah.  

Saat ini, gonggong tak hanya terkenal di Kepulauan Riau, tetapi juga telah mencuri perhatian dunia. Hidangan laut khas ini dikenal hingga Malaysia, Singapura, Korea, Thailand, bahkan India. Cita rasa gurih dan aroma khasnya menjadikan gonggong salah satu kuliner yang membanggakan dari Kepulauan Riau.  

Jika Anda berkesempatan mengunjungi Kepulauan Riau, jangan lewatkan untuk mencicipi gonggong. Kuliner ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan pengalaman unik yang hanya bisa ditemukan di wilayah kaya laut ini. Selamat menikmati!

(CR-1)

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :