Cuaca Ekstrem Ancam Nelayan dan Warga Pesisir di Kepri, HNSI Imbau Waspada

Cuaca Ekstrem Ancam Nelayan dan Warga Pesisir di Kepri, HNSI Imbau Waspada

Ketua HNSI Kepri, Distrawandi, didampingi Sekretaris HNSI Kepri, Agus. (Foto. Batamnews.co.id)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Curah hujan tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah Kepulauan Riau (Kepri) dalam beberapa minggu terakhir meningkatkan risiko bahaya bagi para nelayan dan masyarakat pesisir. 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepri, Distrawandi, mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi ombak tinggi dan pasang air laut.

"Saya mengimbau kepada seluruh nelayan dan warga pesisir agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini," ujar Wandi, Jumat, 10 Januari 2025.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan alat keselamatan, seperti jaket pelampung bagi nelayan yang melaut. "Sebelum pergi melaut, pastikan semua alat keselamatan, terutama life jacket, telah dibawa. Ombak saat ini cukup tinggi dan berbahaya," tambahnya.

Baca juga: Kejari Karimun Selidiki Dugaan Korupsi Dana Insentif Guru TPQ

Selain itu, Wandi berharap pemerintah provinsi dan instansi terkait aktif memberikan edukasi dan bantuan keselamatan kepada nelayan. 

"Kami meminta pemerintah dan instansi terkait untuk membantu mensosialisasikan pentingnya keselamatan berlayar serta menyediakan jaket pelampung bagi nelayan yang membutuhkan," harapnya.

HNSI Kepri juga mengimbau warga pesisir untuk segera melapor ke instansi terdekat jika terjadi musibah akibat cuaca ekstrem agar dapat segera ditindaklanjuti.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, bahwa cuaca di Kota Batam hari ini berada dalam kondisi yang tidak menentu. Suhu udara diprediksi stabil di kisaran 26-27 derajat Celsius dengan kelembaban tinggi mencapai 78-84 persen.

Pada pagi hari, cuaca berawan mulai berubah menjadi badai petir sejak pukul 06.00 WIB dengan kecepatan angin meningkat hingga 13 km/jam. Badai petir diprediksi akan berlangsung sepanjang siang, terutama pada pukul 08.00-09.00 WIB, 11.00 WIB, 13.00-14.00 WIB, dan 16.00 WIB.

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Janda Muda di Natuna Akhirnya Ditangkap, Diduga Bermotif Sakit Hati

Sore hingga malam hari, kondisi akan didominasi awan tebal dengan suhu turun menjadi 26°C. Namun, angin kencang dari arah Barat-Barat Laut akan mencapai puncak kecepatan 37 km/jam pada pukul 19.00 WIB, disusul potensi badai petir pada pukul 22.00-23.00 WIB.

BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut dan udara, untuk memeriksa kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan. 

"Kecepatan angin yang tinggi dan potensi badai petir dapat mengganggu aktivitas perjalanan," ujar Prakirawan BMKG.

Dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat ini, masyarakat pesisir diimbau untuk tidak lengah. Bagi nelayan tradisional, penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung dan pemeriksaan kapal sebelum melaut menjadi langkah krusial untuk menghindari risiko kecelakaan.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :