Pelaku Pembunuhan Janda Muda di Natuna Akhirnya Ditangkap, Diduga Bermotif Sakit Hati

Pelaku Pembunuhan Janda Muda di Natuna Akhirnya Ditangkap, Diduga Bermotif Sakit Hati

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Natuna berhasil menangkap seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.  

Rhuuzi Wiranata

Natuna, Batamnews – Teka-teki kasus pembunuhan Dewi Anglina (31), seorang janda muda yang ditemukan tewas di kamar kontrakannya pada Selasa pagi, 7 Januari 2025, akhirnya terungkap. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Natuna berhasil menangkap seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.  

Pelaku, yang diketahui merupakan mantan narapidana, ditangkap di daerah Pering, Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur. Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan intensif yang dilakukan pihak kepolisian.  

Kasat Reskrim Polres Natuna, AKP Apridony, mengonfirmasi penangkapan tersebut dan menyebut bahwa pelaku diduga bertindak karena motif sakit hati. 

Baca juga: Penemuan Mayat Janda Anak Tiga di Natuna Masih Jadi Perbincangan

“Pelaku sudah kami amankan. Motifnya spontan saja karena sakit hati. Kalau masalah asmara, sepertinya tidak ada,” ujar AKP Apridony, Jumat, 10 Januari 2025.

Hingga saat ini, polisi belum menemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam kasus pembunuhan tersebut. Namun, penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan tidak ada motif tersembunyi lainnya. 

“Saat ini kami masih mendalami apakah ada motif lain dan bagaimana kronologi detailnya. Nanti, kami akan menggelar konferensi pers untuk memberikan keterangan lebih lanjut,” tambah Apridony.  

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Rangga (12), dalam kondisi mengenaskan. Tubuh Dewi tergeletak di kamar kontrakannya di Jalan Dewi Sartika, Gang Muhammad BS, Ranai Kota, Natuna. Wajahnya membiru, dan terdapat bekas kekerasan di tubuhnya.  

Baca juga: Janda Muda Ditemukan Tewas di Natuna, Handphone Hilang Picu Dugaan Pembunuhan

Saksi kunci dalam kasus ini adalah Yurnita, tetangga sekaligus kerabat dekat korban. Ia mengungkapkan bahwa malam sebelum kejadian, Dewi sempat makan bersama di kontrakannya.  

“Sekitar jam 2 malam, Dewi pamit pulang ke kontrakannya setelah mendapat telepon dari seseorang. Itu terakhir kali saya melihat dia. Paginya, anaknya datang tergesa-gesa mengetuk pintu sambil berkata, ‘Tante, tolong Bunda,’” cerita Yurnita.  

Saat tiba di lokasi, Yurnita menemukan Dewi sudah tidak bernyawa, hanya mengenakan kaos hitam dan celana dalam. Ia juga mencatat bahwa ponsel korban hilang dari tempat kejadian, yang menimbulkan spekulasi awal terkait perampokan.  

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :