Tumino, Ayah Tunggal yang Berjuang Demi Anak-Anaknya, Dapat Bantuan dari Polsek Batam Kota dan Masyarakat
Ketua RT. 003/RW. 024, Rahmat Yasir, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Belian Polsek Batam Kota, Aipda Iwanto, memberikan bantuan sejumlah sembako dan uang tunai kepada Tumino, Selasa (10/12/2024). (Foto. Batamnews.co.id).
Batam, Batamnews - Tumino, seorang buruh bangunan di Perumahan Taman Raya Tahap 3, Batam Kota, menjadi sorotan setelah kisah perjuangannya viral di media sosial.
Sebagai ayah tunggal yang membesarkan dua anak perempuannya, Tumino harus menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan ekonomi.
Anak sulungnya, Aprilia Sukma Nurida, terpaksa menunda pengambilan ijazah selama tiga tahun karena tunggakan biaya sekolah sebesar Rp 1,3 juta. Sementara anak keduanya, Meyda Regina Sesari, kerap menghadapi tekanan di sekolah karena kekurangan perlengkapan pendidikan.
Menyadari kondisi ini, Polsek Batam Kota bersama Ketua RT 003/RW 024, Rahmat Yasir, memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada Tumino di rumahnya.
Baca juga: Pria Sopir di Batam Ditangkap Terlibat Prostitusi Online Melalui Kaskus
Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat dan pihak berwenang terhadap perjuangan Tumino.
Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta, melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Belian, Aipda Iwanto, menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga Tumino.
"Saya mewakili Polsek Batam Kota memberikan sedikit bantuan kepada bapak Tumino. Semoga ini dapat membantu untuk kebutuhan sehari-hari," kata Aipda Iwanto kepada batamnews.co.id, Selasa, 10 Desember 2024.
Dengan penghasilan Rp 130 ribu per hari sebagai buruh bangunan, Tumino menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Meskipun dalam keadaan sulit, ia jarang mengeluh. Ketua RT, Rahmat Yasir, mengaku terkejut mengetahui kondisi Tumino.
"Biasanya cerita seperti ini hanya saya lihat di televisi. Ternyata, terjadi di lingkungan saya sendiri. Ini jadi pengingat untuk kita semua agar lebih peduli," ujarnya.
Rahmat menambahkan bahwa Tumino sering menanggung beban tanpa memberitahu siapa pun. "Kadang makan, kadang tidak. Tapi dia tidak pernah mengeluh," katanya.
Setelah kisahnya viral, berbagai pihak mulai bergerak memberikan bantuan. Donasi dalam bentuk uang dan sembako langsung diserahkan kepada Tumino.
"Terima kasih kepada para dermawan yang telah membantu. Semoga bantuan ini menjadi berkah," ucap Rahmat.
Baca juga: Kisah Pilu Tumino: Buruh Bangunan di Batam yang Berjuang Hidup Bersama Dua Anak Perempuannya
Rahmat juga berharap pemerintah lebih memperhatikan kondisi keluarga seperti Tumino serta mengimbau masyarakat untuk terus saling peduli.
Bagi yang ingin membantu, donasi masih dapat disalurkan langsung ke rumah Tumino di Perumahan Taman Raya Tahap 3 Blok HA-19, RT 003 RW 024, Kelurahan Belian, atau melalui rekening Rahmat Yasir di Bank BCA (0570533011).
Tumino mengucapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang telah peduli dengan kondisinya.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan bapak dan ibu. Aamiin," ungkap Tumino dengan haru.
Kisah Tumino menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Bantuan kecil dari banyak pihak diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi keluarga Tumino.
Komentar Via Facebook :