Kisah Pilu Tumino: Buruh Bangunan di Batam yang Berjuang Hidup Bersama Dua Anak Perempuannya

Kisah Pilu Tumino: Buruh Bangunan di Batam yang Berjuang Hidup Bersama Dua Anak Perempuannya

Pak Tumino, warga Taman Raya yang mengalami kesulitan hidup di Kota Batam (Foto: Batamnews)

Zuhri Muhammad

Batam, Batamnews.co.id – Kehidupan Tumino, seorang buruh bangunan yang tinggal di Taman Raya, Kota Batam, Kepulauan Riau, penuh dengan perjuangan dan keprihatinan. Sebagai seorang ayah tunggal, ia harus menghidupi dua anak perempuannya dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas.

Tumino hanya bekerja sebagai buruh bangunan dengan upah harian Rp 130 ribu. Penghasilan itu tak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup yang tinggi di Batam, termasuk membayar kontrakan, makan, dan biaya pendidikan anak-anaknya.

Ijazah Ditahan, Seragam Tak Terbeli

Anak pertama Tumino, Aprilia Sukma Nurida, belum dapat mencari pekerjaan karena ijazahnya ditahan oleh SMAN 15 Kota Batam sejak 2021 akibat tunggakan biaya kelulusan sebesar Rp 1,3 juta. Sementara anak keduanya, Meyda Regina Sesari, yang duduk di kelas 1 SMPN 28 Kota Batam, menghadapi kesulitan lain. Ia sering mendapat tekanan dari sekolah karena belum memiliki seragam batik, pramuka, dan olahraga.

"Bahkan perutnya sempat diremas oleh pihak sekolah karena tak kunjung membayar," ungkap Tumino kepada Ketua RT 003 RW 024, Rahmat Yasir, yang menemuinya untuk menanyakan tunggakan iuran keamanan perumahan.

Hidup dalam Keterbatasan

Rahmat Yasir menjelaskan, Tumino telah tujuh bulan tinggal di lingkungan tersebut, namun tidak ada yang mengetahui kondisinya yang memprihatinkan. "Dia menanggung beban tanpa bercerita. Kadang makan, kadang tidak," ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, cerita ini bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, tetapi sebagai upaya menggalang perhatian dan bantuan, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Ajakan untuk Peduli

Rahmat mengimbau Pemerintah Kota Batam, khususnya Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan para anggota DPRD, untuk memberikan perhatian kepada keluarga Tumino. Ia juga mengajak para dermawan untuk membantu meringankan beban Tumino.

Bagi yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan langsung ke rumah Tumino di Perumahan Taman Raya Tahap 3 Blok HA-19, RT 003 RW 024, Kelurahan Belian, Batam Kota, atau melalui rekening Rahmat Yasir di Bank BCA (0570533011).

“Demi Allah, berapa pun donasi akan sampai kepada Pak Tumino,” ujar Rahmat.

Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap sesama yang sedang berjuang dalam kesulitan hidup.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :