Sosialisasi Empat Pilar MPR di Batam, Panduan Moral Generasi Muda di Era Digital
Empat Pilar MPR RI berikan sosialisasi Paduan Moral Generasi Muda di Tengah Tantangan Era Digital, di Gedung DPD RI, Batam, Minggu (24/11/2024). (Foto. Istimewa).
Batam, Batamnews - Gedung DPD RI Provinsi Kepulauan Riau menjadi saksi penting gelaran Sosialisasi Empat Pilar MPR yang dipimpin oleh Anggota MPR RI/DPD RI, Senator Dwi Ajeng Sekar Respaty, pada Minggu, 24 November 2024.
Acara ini mengusung tema besar *"Empat Pilar MPR sebagai Panduan Moral Generasi Muda di Tengah Tantangan Era Digital"* dan dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, serta elemen masyarakat Kota Batam.
Dalam sambutannya, Senator Dwi Ajeng menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap Empat Pilar MPR—Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai pedoman moral dalam menghadapi derasnya arus digitalisasi.
Baca juga: Bea Cukai Batam Rilis Video Edukasi Bahaya Modus Penipuan Liburan Gratis ke Luar Negeri
“Generasi muda saat ini adalah aset bangsa yang harus dibekali dengan nilai-nilai luhur kebangsaan agar mampu menjadi penjaga keutuhan dan keberlanjutan bangsa,” ujar Dwi Ajeng kepada batamnews.co.id, Senin, 25 November 2024.
Lebih lanjut, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap fenomena lunturnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda akibat derasnya informasi digital yang tidak tersaring. Hal ini, menurutnya, juga berpotensi meningkatkan individualisme dan memecah persatuan bangsa.
“Melalui sosialisasi ini, kita bersama-sama menggugah kesadaran untuk memanfaatkan teknologi secara bijak demi memperkuat fondasi NKRI,” tegasnya.
Dwi Ajeng juga mengajak generasi muda untuk tetap menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman.
“Pilihan politik boleh berbeda, tetapi kita harus tetap satu dalam semangat kebangsaan. Jadikan Empat Pilar MPR sebagai pedoman hidup untuk menciptakan Indonesia yang kuat, sejahtera, dan bermartabat,” tambahnya.
Selain sambutan dari Dwi Ajeng, acara ini juga menghadirkan narasumber akademisi, Khairul Riza, yang membahas relevansi Empat Pilar MPR di era digital.
Dalam paparannya, Khairul menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus menjadi panduan moral untuk menghadapi berbagai tantangan dunia maya, seperti hoaks, ujaran kebencian, dan radikalisme daring.
“Generasi muda harus memahami bahwa tindakan mereka di dunia maya mencerminkan karakter bangsa. Dengan menjunjung tinggi Pancasila, menghormati keberagaman sesuai Bhinneka Tunggal Ika, dan menjaga persatuan dalam bingkai NKRI, kita dapat menciptakan ruang digital yang positif,” jelas Khairul.
Ia juga mengingatkan bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak hanya relevan di dunia nyata, tetapi juga harus diaplikasikan di dunia digital, yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Acara ini diharapkan menjadi sarana edukasi yang efektif dalam membangun karakter generasi muda sebagai agen perubahan yang cerdas secara teknologi sekaligus memiliki moralitas kebangsaan yang kokoh.
Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa keberagaman yang ada di Indonesia adalah kekuatan besar yang harus dirawat dan dijaga bersama.
Sosialisasi Empat Pilar MPR menjadi pengingat bahwa persatuan bangsa bukanlah hal yang bisa ditawar, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi yang dapat menjadi tantangan maupun peluang.
Dengan nilai-nilai kebangsaan yang kokoh, generasi muda diharapkan mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, baik di dunia nyata maupun dunia digital.

Komentar Via Facebook :