Hanya Sembilan Persen Warga Tanjungpinang Gunakan Air Leding untuk Minum

Hanya Sembilan Persen Warga Tanjungpinang Gunakan Air Leding untuk Minum

Ilustrasi

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews - Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, mencatat hanya 9,01% rumah tangga yang menggunakan air leding sebagai sumber air minum utama pada tahun 2023.  Data ini berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan data terbaru dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), distribusi sumber air minum rumah tangga di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan pola penggunaan yang beragam antar kabupaten dan kota. 

Mayoritas rumah tangga di provinsi ini mengandalkan air dalam kemasan sebagai sumber utama air minum. Data menunjukkan bahwa rata-rata 75,76% rumah tangga di Kepulauan Riau menggunakan air dalam kemasan, baik berupa air kemasan bermerek maupun air isi ulang. 

Baca juga: Kota yang Dimpimpin Rudi-Amsakar Pimpin Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara Tertinggi di Kepri

Kota Batam mencatat angka tertinggi dengan 90,17% rumah tangga mengandalkan air dalam kemasan. Hal serupa juga terlihat di Kabupaten Natuna (54,05%), Kabupaten Bintan (46,2%), dan Kabupaten Karimun (44,25%).  

Meskipun air dalam kemasan mendominasi, beberapa kabupaten masih menunjukkan ketergantungan pada sumber air lainnya. Di Kabupaten Natuna, 20,5% rumah tangga menggunakan air leding, yang menjadi angka tertinggi di provinsi ini. 

Sedangkan di Kabupaten Bintan, 25,68% rumah tangga memilih sumur terlindung sebagai sumber air minum utama.  

Kabupaten Lingga juga mencatat penggunaan sumur terlindung sebesar 16,29%, disusul oleh Kota Tanjung Pinang sebesar 22,49%.  

Kabupaten Kepulauan Anambas menunjukkan karakteristik yang unik. Selain air dalam kemasan (48,01%), mata air tak terlindung menjadi sumber yang signifikan dengan angka 34,63%, tertinggi dibanding wilayah lain di Kepulauan Riau. Hal ini mencerminkan tantangan geografis di wilayah kepulauan tersebut.  

Sebagai pusat urbanisasi, Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang menunjukkan pola konsumsi yang lebih modern. 

Di Batam, mayoritas rumah tangga (90,17%) menggunakan air dalam kemasan, dengan kontribusi air leding hanya sebesar 5,9%. Sementara itu, di Tanjung Pinang, 64,34% rumah tangga menggunakan air dalam kemasan, diikuti oleh sumur terlindung sebesar 22,49%.  

Baca juga: Dinkes Batam Catat 654 Kasus DBD Hingga November 2024, Naik Signifikan Dibanding Tahun Lalu

Meskipun distribusi air dalam kemasan sangat tinggi, tantangan keberlanjutan tetap menjadi perhatian. Penyediaan akses terhadap sumber air bersih yang lebih merata, terutama di daerah terpencil seperti Kepulauan Anambas, perlu menjadi prioritas.  
  
Distribusi sumber air minum rumah tangga di Kepulauan Riau mencerminkan perbedaan akses dan preferensi antarwilayah. 

Urbanisasi, ketersediaan infrastruktur, serta tantangan geografis menjadi faktor utama yang memengaruhi pola konsumsi ini. 

Ke depan, upaya pemerintah untuk memperluas akses terhadap sumber air bersih yang terjangkau dan berkelanjutan akan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kepulauan Riau.   

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :