Respons Gubernur Ansar Terkait Pengangguran di Kepri Urutan Kedua Nasional
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (Foto: Asrul/Batamnews)
Batam, Batamnews - Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memberikan tanggapan terkait posisi provinsi yang dipimpinnya sebagai urutan kedua nasional dalam jumlah pengangguran terbuka.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2024, Kepulauan Riau memiliki tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,94 persen, hanya sedikit di bawah Banten yang berada di puncak dengan 7,02 persen.
"Saya akan cek dulu data tersebut. Setahu saya, angka pengangguran di Kepri sudah jauh menurun. Bahkan tren penurunannya juga termasuk yang tertinggi," ujar Ansar, Selasa, 21 Mei 2024.
Baca juga: Angka Pengangguran di Kota Batam Terus Menurun
Meski angka pengangguran di Kepri menurun dari 7,61 persen di tahun 2023, posisinya masih berada di urutan kedua setelah Banten. Gubernur Ansar menegaskan bahwa investasi di Kepri terus meningkat dan peluang kerja terbuka lebar. Ia menduga, peningkatan jumlah pencari kerja dari luar daerah mungkin menjadi faktor yang mempengaruhi data BPS.
"Kita tidak tahu apakah jumlah pengangguran bertambah karena bertambahnya pencari kerja dari daerah lain. Jika BPS menghitung faktor tersebut, mungkin saja datanya seperti itu," jelas Ansar.
Gubernur Kepri menegaskan fokus pihaknya saat ini adalah memperkuat dan mempersiapkan generasi muda usia sekolah melalui pendidikan vokasi. Dalam waktu dekat, balai latihan kerja yang dibangun Kementerian Ketenagakerjaan di Batam akan diresmikan.
Baca juga: Ada 5000 Pengangguran di Tanjungpinang selama 2023, Puluhan Orang Sudah Diberikan Pelatihan
"Kita sedang menunggu kedatangan ibu menteri untuk meresmikan balai latihan kerja tersebut. Gedung workshop, peralatan, dan anggaran pelatihan sudah disediakan oleh kementerian. Kita juga mengalokasikan anggaran APBD untuk pelatihan di industri Kabupaten Bintan dan di Karimun," tambah Ansar.
Terkait fokus pelatihan, Ansar menjelaskan bahwa di Karimun akan difokuskan pada pelatihan welder, sementara di Tanjungpinang akan memperbanyak anggaran untuk pelatihan yang sudah ada.
"Kita akan memperbanyak anggaran pelatihan, namun memang anggaran kita terbatas," tutup Ansar.

Komentar Via Facebook :