Insiden Listrik dan Mikrofon Mati Warnai Debat Pilkada 2024 Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau
Insiden mati lampu di Debat Pilkada Kabupaten Natuna saat WS-RH sedang menyampaikan visi misi.
Natuna, Batamnews – Debat publik Pilkada Kabupaten Natuna yang digelar pada Rabu malam, 13 November 2024 di Gedung Sri Serindit, Jalan Yos Sudarso, diwarnai dengan insiden teknis yang membuat mikrofon calon pasangan WS-RS mati selama beberapa menit.
Kejadian tersebut membuat media penyelenggara, termasuk TV nasional dan YouTube KPU Natuna, menayangkan iklan untuk memastikan persiapan teknis kembali berjalan lancar.
Insiden tersebut terjadi di awal debat, tepatnya ketika pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 02, Wan Siswandi dan Rodhial Huda, mulai menyampaikan visi dan misi mereka.
Setelah terjadi jeda sekitar lima menit, debat kembali dilanjutkan oleh moderator, Maya Karim.
Baca juga: Banyak Baliho Kampanye Pasangan Calon Gunakan Kayu Bakau, Akar Bhumi Indonesia Bersuara
Debat ini mengusung tema Mewujudkan Natuna Biru yang Maju, Sejahtera, Mandiri, dan Berkeadilan Menuju Indonesia Emas 2045. Tema ini bertujuan untuk menggambarkan visi pembangunan Kabupaten Natuna yang lebih baik dalam beberapa sektor utama.
Pada kesempatan tersebut, pasangan WS-RS menunjukkan sikap saling menghormati dengan mendatangi dan menyalami pasangan nomor urut 01, Cen Sui Lan dan Jarmin, yang merupakan lawan mereka dalam kontestasi Pilkada.
Ketua KPU Kabupaten Natuna, Kusnaidi, menyampaikan bahwa debat ini merupakan sarana penting untuk sosialisasi dan pendidikan kepada pemilih. Melalui debat ini, para calon bisa menyampaikan visi dan misi mereka mengenai pembangunan daerah kepada masyarakat.
Debat tersebut membahas lima subtema utama, yakni:
1. Pendidikan, kebudayaan, lapangan pekerjaan, dan akhlak mulia.
2. Tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
3. Potensi pengembangan kemaritiman untuk industri pariwisata dan UMKM.
4. Transformasi dan teknologi digital.
5. Kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta pemberantasan narkoba.
Kusnaidi berharap agar masyarakat dapat menggunakan informasi yang didapatkan dari debat ini untuk menentukan pilihan secara lebih akurat dan matang.
Untuk menjaga kelancaran dan keamanan debat, Polres Natuna mengerahkan personel untuk melakukan pemeriksaan ketat kepada setiap orang yang hadir. Pemeriksaan menggunakan detektor logam dilakukan untuk menghindari potensi gangguan atau ancaman.
Aipda David Arviad, Kasi Humas Polres Natuna, menegaskan bahwa tindakan ini diambil untuk memastikan debat berlangsung aman dan tertib, sehingga para peserta debat bisa fokus menyampaikan visi dan misi mereka tanpa gangguan.
Debat ini disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube KPU Natuna, YouTube Diskominfo Natuna, dan beberapa media lain untuk memastikan partisipasi publik yang maksimal.
Kusnaidi mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih mereka dalam pemilu yang akan datang, karena partisipasi yang tinggi adalah inti dari demokrasi.
Dengan debatan ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Natuna bisa lebih memahami visi masing-masing pasangan calon dan membuat pilihan yang tepat untuk kemajuan daerah mereka.

Komentar Via Facebook :