Debat Pilkada Kepri: Adu Argumentasi Soal Perhatian Terhadap Disabilitas, Siapa yang Lebih Terkonsep?
Debat Pilkada Kepri 2024. (Foto: KPU Kepri)
Batam, Batamnews - Debat Pilkada Kepri yang berlangsung pada Sabtu, 2 November 2024, menyisakan sejumlah perhatian publik, terutama terkait isu disabilitas yang dianggap krusial bagi kesejahteraan masyarakat.
Pada sesi ini, salah satu calon wakil gubernur, Aunur Rafiq, tampil lebih terkonsep dalam memberikan jawaban terkait isu pemenuhan hak dan aksesibilitas penyandang disabilitas di Kepulauan Riau.
Moderator Elvira Khairunnisa mengajukan pertanyaan seputar pemenuhan hak disabilitas yang saat ini dianggap masih kurang optimal. Berdasarkan data, terdapat sekitar 6.700 lebih penyandang disabilitas di Kepri.
Baca juga: Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Nyaris Tak Saling Memanggil Nama Sepanjang Debat
Moderator menyoroti pentingnya langkah konkret yang akan diterapkan dalam menjamin aksesibilitas mereka, terutama di sektor pendidikan dan lapangan kerja.
Aunur Rafiq, yang berpasangan dengan Muhammad Rudi, menjawab dengan tegas dan terstruktur. Ia mengusulkan program bimbingan konseling gratis dan berbagai terobosan dalam penanganan disabilitas, di antaranya pelatihan di bidang digitalisasi dan ekonomi kreatif.
Rafiq menekankan pentingnya pendampingan optimal dari pemerintah provinsi untuk memberikan ruang lebih kepada kaum disabilitas. Ia juga menyoroti kurangnya perhatian terhadap guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) selama kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad.
Baginya, penyandang disabilitas adalah bagian dari anak bangsa yang harus diprioritaskan oleh pemerintah.
Baca juga: Debat Panas Calon Gubernur Kepri Rudi dengan Ansar Ahmad Soal Permasalahan PSN Rempang Eco City
Sementara itu, calon wakil gubernur Kepri Nyanyang Haris yang berpasangan dengan Ansar Ahmad, terlihat kurang percaya diri dalam menjawab. Ia mengusulkan kelanjutan program Sekolah Luar Biasa yang sudah berjalan serta kerja sama dengan Forkopimda.
Nyanyang juga menyebut akan mengalokasikan dua persen dari APBD untuk program disabilitas, namun tidak menguraikan lebih lanjut detail implementasinya.
Dari debat tersebut, publik melihat bahwa Aunur Rafiq lebih unggul dalam merespons isu disabilitas dengan usulan yang konkret dan terarah, mencakup pelatihan digital dan ekonomi kreatif yang relevan dengan era modern.
Di sisi lain, Nyanyang dinilai kurang mendalam dalam memberikan jawaban yang dapat memberikan keyakinan kepada para pemilih.

Komentar Via Facebook :