Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri Nyaris Tak Saling Memanggil Nama Sepanjang Debat
Paslon Gubernur Kepri saat acara debat yang digelar KPU Provinsi Kepri (Foto: Batamnews)
Batam, Batamnews – Momen unik terjadi dalam Debat Terbuka Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Pilkada 2024 yang berlangsung di Hotel Radisson, Batam, Sabtu (2/11/2024). Sepanjang debat, para pasangan calon tampak enggan memanggil nama satu sama lain dan lebih memilih menggunakan nomor urut atau sapaan formal.
Debat berlangsung sekitar selama hampir 3 jam, dari pukul 15.00 WIB hingga Magrib. Pasangan calon nomor urut 2, HM Rudi-Aunur Rafiq, kerap menyebut pasangan calon nomor urut 1, Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura, sebagai "calon gubernur nomor urut 1" atau “Pak Gub” tanpa menyebut nama langsung.
Begitu pula Rafiq dan Nyanyang yang saling memanggil satu sama lain dengan sebutan sahabat atau “calon wakil gubernur,” menciptakan suasana formal yang terkesan menjaga jarak.
Debat bertema "Pembangunan Inklusif yang Berkeadilan" ini memfasilitasi kedua pasangan untuk memaparkan visi dan misi masing-masing jika terpilih memimpin Kepri untuk periode 2025-2029.
Visi Misi Paslon Nomor Urut 1: Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura
Pasangan calon nomor urut 1, Ansar-Nyanyang, mengusung visi “Kepri maju, makmur, dan merata” yang berfokus pada pembangunan inklusif tanpa diskriminasi kelas masyarakat.
Ansar menekankan pembangunan yang seimbang antara aspek fisik dan sosial untuk menjamin seluruh warga Kepri mendapat manfaat setara.
Untuk mendukung visi tersebut, Ansar-Nyanyang menawarkan lima misi:
- Meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis maritim dan keunggulan wilayah.
- Meningkatkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarpulau.
- Mengembangkan SDM yang berdaya saing dan berkarakter.
- Mewujudkan tata kelola pemerintahan bersih, transparan, dan berbasis teknologi informasi.
- Mengembangkan budaya Melayu dan ekologi dalam pembangunan berkelanjutan.
Nyanyang, calon wakil gubernur, menambahkan program khusus untuk percepatan pembangunan, seperti pemasangan listrik gratis dan bantuan untuk UMKM. "Kami akan menyediakan bantuan ekonomi, beasiswa, dan program insentif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam debat tersebut.
Visi Misi Paslon Nomor Urut 2: HM Rudi-Aunur Rafiq
Paslon nomor urut 2, Rudi-Rafiq, membawa visi “Kepulauan Riau yang bermartabat, berdaya saing, maju, dan sejahtera.” Rudi, yang merupakan Wali Kota Batam dua periode, menyampaikan bahwa mereka memiliki lima misi untuk mencapai tujuan tersebut:
- Meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis maritim yang berkeadilan.
- Membangun infrastruktur dan transportasi antarpulau yang berkelanjutan.
- Mengembangkan SDM yang inovatif dan berdaya saing.
- Meningkatkan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi informasi.
- Menjaga ketahanan sosial dan budaya Melayu dalam pembangunan Kepri.
Aunur Rafiq menjelaskan bahwa pasangan mereka juga menyiapkan delapan program unggulan, termasuk percepatan pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan, layanan investasi yang mudah, peningkatan infrastruktur, serta pelestarian lingkungan hidup.
"Kami berkomitmen untuk memajukan Kepri dengan tetap mempertahankan budaya dan kearifan lokal,” tegas Rafiq.
Suasana Debat yang Hangat namun Terkesan Formal
Debat berlangsung hangat namun tetap menjaga kesantunan, dengan kedua pasangan calon lebih memilih menyapa satu sama lain berdasarkan nomor urut atau gelar. Meski demikian, suasana formal ini tidak mengurangi intensitas perdebatan terkait ide dan program untuk membangun Kepri yang inklusif dan berkeadilan.
Dengan paparan visi misi yang beragam, kedua pasangan menyampaikan komitmen mereka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri dan menjadikan provinsi ini sebagai wilayah yang maju, makmur, dan berdaya saing.

Komentar Via Facebook :