Kenaikan Tarif Kapal Karimun-Sekupang Batam 2024, Dampak dan Alasan di Balik Kebijakan Gubernur Kepri

Kenaikan Tarif Kapal Karimun-Sekupang Batam 2024, Dampak dan Alasan di Balik Kebijakan Gubernur Kepri

Penumpang di pelabuhan Domestik Karimun dengan tujuan Sekupang.

Nurjali

Batamnews, Karimun - Berdasarkan Keputusan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor 1066 tahun 2024 tentang tarif angkutan penumpang umum antar kabupaten/kota di wilayah Kepri, terdapat kenaikan tarif pada rute kapal Karimun - Sekupang, Batam.

Kenaikan harga tiket kapal ini berlaku khusus untuk pelabuhan Domestik Karimun dengan tujuan Sekupang, Batam. Tiga armada kapal penumpang yang terdampak adalah Dumai Express, Miko Natalia, dan Batam Jet.

Sebelum kenaikan, harga tiket untuk rute Karimun-Sekupang adalah Rp 103 ribu untuk sekali jalan (one way) dan Rp 185 ribu untuk tiket pulang-pergi (two way). Setelah kenaikan, tarif tiket naik menjadi Rp 120 ribu untuk sekali jalan dan Rp 220 ribu untuk pulang-pergi.

Baca juga: Penguatan Pengawasan dan Layanan Karantina di Karimun, Barantin Pastikan Keamanan Komoditi di Perbatasan

Anes, petugas loket di pelabuhan Karimun, menyatakan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti alasan kenaikan tarif ini, selain mengikuti keputusan Gubernur Kepri. 

"Tak tahu apa sebabnya, kami hanya mengikuti SK Gubernur. Tapi yang naik hanya tujuan Sekupang, untuk rute lainnya tidak ada kenaikan," ujarnya saat dikonfirmasi.

Meski kenaikan tarif ini tidak menimbulkan keluhan yang berarti dari masyarakat, penerapan sistem e-ticketing justru menjadi kendala bagi penumpang. 

Sistem ini menyebabkan penumpang harus menunggu lebih lama, dan pihak petugas harus menambah personel untuk mengatasi hal tersebut. 

"Penerapan e-ticketing ini agak sedikit merepotkan karena penumpang harus menunggu lebih lama, dan kami juga harus menambah petugas," jelas Anes.

Salah seorang calon penumpang, Ricky, mengaku bahwa kenaikan tarif ini tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat Karimun saat ini. 

"Dengan ekonomi yang sulit seperti sekarang, apa alasannya tiket harus dinaikkan? Tentunya ini sangat memberatkan kami yang berpenghasilan menengah," kata Ricky. 

Menurutnya, kenaikan tarif seharusnya didasarkan pada kondisi tertentu, seperti kenaikan harga BBM atau biaya perawatan kapal.

Baca juga: Plt Bupati Karimun Beberkan Penyebab Sampah Sempat Menumpuk di TPS

Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan apakah kenaikan tarif ini terkait dengan kepentingan politik menjelang tahun politik. 

"Kami tidak tahu apa alasannya, apakah ini diduga sengaja dinaikkan karena ada kepentingan politik? Tentu ini memunculkan tanda tanya besar," tambah Ricky.

Diketahui bahwa harga tiket untuk rute lain masih stabil dan normal, seperti tujuan Harbourbay seharga Rp 135 ribu, Tanjungpinang Rp 220 ribu, Selat Panjang Rp 180 ribu, Sungai Tohor Rp 180 ribu, Repan Rp 180 ribu, Tanjung Samak Rp 130 ribu, Tanjung Buton Rp 300 ribu, Bengkalis Rp 330 ribu, dan Dumai Rp 460 ribu.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :