PDIP Kabupaten Bintan Upayakan Tidak Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2024
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
Bintan, Batamnews - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bintan 2024, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bintan masih melakukan riset dan survei untuk menentukan pasangan calon yang mampu bersaing.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Bintan, Indra Setiawan, menyatakan bahwa partainya masih berupaya memastikan adanya persaingan dalam Pilkada Bintan 2024.
"Kita tidak ingin adanya melawan kotak kosong. Kalau bisa munculkan sosok baru yang mampu bersaing dan dibutuhkan masyarakat," kata Indra Setiawan pada Kamis, 1 Agustus 2024.
Baca juga: Raih Dukungan PKS, 11 Parpol Kompak Dukung Amsakar - Li Claudia di Pilkada Batam
Hal ini menjadi perhatian karena nama Robby Kurniawan dan Deby Maryanti telah diusung oleh tiga partai besar di Kabupaten Bintan. Indra Setiawan menegaskan bahwa PDIP belum menentukan siapa yang akan diusung karena masih menunggu arahan dari DPP.
"Semua masih dinamis, tapi harapan dari DPP jika pilkada di Bintan ada lawannya,” tambahnya.
Indra Setiawan menekankan pentingnya persaingan yang sehat dalam Pilkada Bintan 2024, karena masyarakat akan kecewa jika tidak ada yang berani melawan pasangan Robby-Deby.
"Ayoklah partai-partai besar, kalau kami punya 5 kursi maka kami akan mencalonkan. Kalau tidak ada, maka bisa jadi kemungkinan melawan kotak kosong," katanya.
Pada Pemilihan Calon Legislatif yang lalu, PDIP hanya mendapatkan dua kursi di DPRD Bintan, sehingga masih membutuhkan tiga kursi lagi untuk dapat mencalonkan bupati.
Baca juga: Amsakar Achmad Siap Bentuk Tim Koalisi ASLI Menjelang Pilwako Batam 2024
Pada Pemilu kepala daerah tahun 2020 yang lalu, PDIP juga menjadi partai penyelamat dengan mengusung Alias Wello - Dalmasri, yang awalnya mendukung Apri-Roby, namun beralih mendukung Alias Wello jelang pendaftaran pasangan calon karena melihat tidak adanya lawan dan potensi terjadi kotak kosong.
PDIP Kabupaten Bintan berharap dapat memberikan pilihan alternatif kepada masyarakat dalam Pilkada Bintan 2024 dan menghindari situasi kotak kosong yang merugikan proses demokrasi.

Komentar Via Facebook :