Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Penyelamatan Kapal di Anambas, Satu Penumpang Masih Kritis
Kapal KM Samarinda yang tenggelam dilaut Matak, Anambas beberapa waktu yang lalu.
Anambas, Batamnews – Tim SAR gabungan menutup operasi penyelamatan kecelakaan laut di perairan Matak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
Penutupan ini dilakukan setelah seluruh korban berhasil dievakuasi. Namun, satu orang penumpang masih dalam kondisi kritis dan dirawat di RSUD Tarempa.
"Alhamdulillah, semua sudah terevakuasi. Jadi, operasi kita tutup Jumat (26/7) malam tadi," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Abdul Rahman, pada Minggu, 28 Juli 2024.
Baca juga: Update Kapal Kayu Tenggelam di Teluk Durian Anambas: Ketua HIMPAUDI Dinyatakan Meninggal Dunia
Dalam musibah tenggelamnya kapal di perairan Matak, diperkirakan terdapat 40 orang korban. Abdul Rahman menjelaskan bahwa 36 orang selamat dan satu orang masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tarempa.
"Dalam musibah itu ada tiga korban yang meninggal dunia. Kemudian yang sudah sehat dan mendapat perawatan kembali ke rumah. Ada satu korban yang masih kritis dan dirawat di RSUD Tarempa," ungkapnya.
Kapal kayu KM Samarinda yang nahas dengan bobot 7 grosstonase tersebut diketahui berlayar dengan rute Matak-Tarempa. Kapal diduga mengalami kelebihan muatan, sehingga menyebabkan kapal yang mengangkut barang dan penumpang tenggelam di perairan Matak pada Jumat, 26 Juli 2024 sore.
Baca juga: Evakuasi Kapal Kayu Karam di Teluk Durian Anambas, Lanal Tarempa Terjunkan Tim SAR
"Kalau penumpang sekitar 40 orang. Ada juga 6 unit kendaraan roda dua. Diduga karena kelebihan muatan," jelas Abdul Rahman.
Dengan penutupan operasi penyelamatan ini, diharapkan kondisi korban yang masih dirawat segera membaik dan tidak ada lagi korban jiwa yang bertambah.
Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan dapat mengevaluasi kejadian ini untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.

Komentar Via Facebook :