Gethuk Jadoel, Kelezatan Warisan Budaya yang Bertahan di Era Modern Batam

Gethuk Jadoel, Kelezatan Warisan Budaya yang Bertahan di Era Modern Batam

Gerobak gethuk jadoel. (Foto: Keassy/Batamnews)

Rhuuzi Wiranata

Batam, Batamnews - Di tengah maraknya camilan kekinian, gethuk jadoel berhasil mempertahankan eksistensinya dan terus menarik minat berbagai kalangan di Batam. Kuliner tradisional ini tidak hanya memikat hati generasi tua yang ingin bernostalgia, tetapi juga generasi muda yang penasaran dengan cita rasa autentik dari masa lalu.

Gethuk jadoel, yang dibuat dari singkong dihaluskan dicampur dengan gula merah dan ditaburi kelapa parut, menawarkan sensasi rasa yang sederhana namun memikat. Keaslian dan metode pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional, menjadikan gethuk jadoel sebagai simbol kekayaan budaya kuliner Indonesia.

Yuni Sofia, seorang penjual gethuk di Bengkong Sarmen, mengungkapkan keunikan produknya. "Di Batam, jarang yang menjual gethuk. Ini adalah makanan khas Jawa dari zaman dahulu yang saya bawa ke sini," ujar Yuni pada 28 Mei 2024 lalu. 

Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Kuliner Malam di Batam yang Tak Boleh Dilewatkan

Keasliannya menjadikan gethuk jadoel kian populer, bahkan di era digital ini, pemasarannya melalui media sosial berhasil menarik perhatian lebih luas.

Dalam inovasinya, Yuni tidak hanya menjual gethuk dalam bentuk aslinya. Ia berkreasi dengan menghadirkan berbagai varian seperti ongol-ongol pelangi, ongol-ongol gula merah, gethuk pisang, lupis, gethuk lindri, cenil, dan klepon. Inovasi ini sukses memikat lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan.

"Kami sudah memiliki empat cabang dan usaha ini memberikan keuntungan yang menjanjikan. Kami menyiapkan sekitar 300 porsi setiap hari dengan harga Rp 10.000 per porsi, dan semuanya selalu terjual habis," tambah Yuni.

Baca juga: Nikmati Seblak Bu Yati, Sensasi Kuliner Pedas yang Siap Manjakan Lidah

Kesuksesan gethuk jadoel menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki tempat spesial di hati masyarakat dan merupakan bagian dari identitas budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Keberlanjutan gethuk jadoel di tengah gempuran makanan modern membuktikan bahwa kuliner tradisional masih sangat relevan dan dicintai oleh berbagai generasi.

Gethuk jadoel bukan sekadar makanan, tetapi juga warisan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, membuktikan bahwa kelezatan dan keaslian kuliner tradisional Indonesia dapat bertahan dan terus dinikmati lintas generasi.

Penulis: Keassy Simanjuntak

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :