Keresahan Pedagang Kaki Lima Bengkong Menjelang Penggusuran, Tuntut Solusi Relokasi

Keresahan Pedagang Kaki Lima Bengkong Menjelang Penggusuran, Tuntut Solusi Relokasi

Ilustrasi

Batam, Batamnews - Rencana penggusuran pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang kawasan Shoping Centre Bengkong menuai keresahan di kalangan pedagang. Mereka mengeluhkan minimnya solusi relokasi yang diberikan pemerintah setempat.

Puluhan pedagang kaki lima yang menjejalkan area tersebut sejak sore hingga malam hari menyuarakan keberatan mereka terhadap rencana penggusuran. Meski tidak menolak untuk direlokasi, para pedagang mengharapkan adanya tempat pengganti yang layak bagi mereka untuk melanjutkan aktivitas berdagang.

"Kami tidak keberatan untuk pindah asalkan ada tempat pengganti yang memadai. Ini satu-satunya mata pencaharian kami untuk menghidupi keluarga," ungkap Mar, salah seorang pedagang.

Baca juga: PKL Membandel di Jalan Protokol jadi Perhatian Serius Satpol PP, Ada Sanksi Menanti 

Seperti diketahui, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam telah memberikan surat peringatan kedua terkait rencana penertiban pedagang kaki lima di kawasan tersebut melalui Surat Peringatan II Nomor: 272/300.1/V1/2024. Mereka diberikan tenggat waktu hingga 15 Juni 2024 untuk mengosongkan area berjualan mereka.

Kepala Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mengklaim pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif dengan para pedagang berdasarkan payung hukum seperti UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, PP No. 16 Tahun 2018 tentang Satpol PP, Perda Kota Batam No. 2 Tahun 2011 tentang Bangunan dan Gedung, serta Perda No. 9 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum.

Sementara itu, sejumlah pedagang mengaku kebingungan akan mengadu ke mana mengingat aktivitas berdagang di lokasi tersebut merupakan satu-satunya sumber penghasilan mereka. Kondisi ini semakin diperparah dengan minimnya informasi terkait rencana relokasi dari pihak berwenang.

Baca juga: Polsek Tanjungpinang Bersama Pj. Walikota Lakukan Penertiban PKL di Kawasan Gambir

Kericuhan dikhawatirkan terjadi jika pemerintah tetap bersikukuh mengeksekusi penggusuran tanpa memberikan solusi relokasi yang memadai bagi para pedagang kaki lima tersebut.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews