Pak Kenzi, Perantau yang Berhasil Meraih Cuan dengan Takoyaki di Kota Batam
Pak Kenzi, penjual takoyaki di Batam. (Foto: Juwita/Batamnews)
Batam, Batamnews - Di tengah keanekaragaman kuliner Kota Batam, muncul kisah inspiratif Pak Kenzi, seorang perantau dari Bandung yang berhasil menarik hati para pelajar dengan takoyaki buatannya.
Berbekal pengalaman sebagai penjual pisang molen, Pak Kenzi memutuskan untuk membawa perubahan dalam hidupnya dengan merintis usaha kuliner di Batam, sebuah kota yang terkenal dengan industri dan keramaiannya.
Asal usul Pak Kenzi dari Bandung, di mana dia pernah bekerja sebagai penjual pisang molen, menjadi bagian penting dari perjalanan bisnisnya. Terinspirasi oleh popularitas takoyaki di kampung halamannya, Pak Kenzi melihat kesempatan di Batam sebagai tempat yang ideal untuk mengenalkan kuliner Jepang ini. Dengan tidak banyak penjual takoyaki di Batam, ia merasa ini adalah peluang yang tidak boleh dilewatkan.
Pak Kenzi menghabiskan waktu untuk mempelajari berbagai resep takoyaki dari media sosial dan melakukan eksperimen untuk menemukan cita rasa yang cocok dengan selera lokal. Melalui proses trial and error, ia berhasil menciptakan takoyaki yang tidak hanya lezat tetapi juga ramah di kantong para pelajar.
Baca juga: Tahu Gejrot Cirebon, Kuliner Tradisional yang Menjadi Primadona di Batam
Setiap hari, mulai pukul 08.00 pagi hingga akhir jam sekolah, Pak Kenzi bisa ditemukan di dekat SMA 8 Batam. Ia menawarkan takoyaki dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp1.000 per biji, membuatnya populer di kalangan pelajar. Kegigihannya membuka lapak dari pagi hingga sore hari, meskipun jauh dari keluarga yang tinggal di Bandung, menunjukkan dedikasinya terhadap usaha yang ia bangun.
Dengan omzet harian mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000, Pak Kenzi memiliki harapan besar untuk masa depan usahanya. Ia berencana untuk memperluas bisnisnya dengan membuka gerai di setiap sekolah di Batam. Meskipun merindukan keluarganya, Pak Kenzi tetap optimis dan bertekad untuk tidak menyerah dalam menghadapi tantangan.
"Yang penting semangat, terus mencoba, dan jangan mudah menyerah," pesannya.
Penulis: Juwita Lasmaria Sinaga
Komentar Via Facebook :