Ada 5000 Pengangguran di Tanjungpinang selama 2023, Puluhan Orang Sudah Diberikan Pelatihan
Ilustrasi pengangguran
Tanjungpinang, Batamnews - Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang terus berkomitmen untuk menekan angka pengangguran di wilayah setempat dengan melaksanakan berbagai pelatihan kerja guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM).
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang, Ahmad Nur Fatah, menyampaikan bahwa saat ini jumlah pengangguran terbuka di kota tersebut mencapai sekitar 5.000 orang.
Pada Kamis, 21 Desember 2023, Ahmad Nur Fatah mengungkapkan strategi Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang untuk tahun 2023.
"Kita coba menekan dan mengurangi angka pengangguran dengan menggelar berbagai pelatihan-pelatihan, memberikan kompetensi dasar, hingga keahlian bagi para pencari kerja," ujarnya.
Baca juga: Kapolres dan Bupati Bintan Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Seligi 2023
Selama tahun 2023, pihaknya telah melaksanakan berbagai pelatihan kompetensi dasar, seperti pelatihan barista, las, servis AC, servis hp, tour guide, menjahit, dan lain sebagainya. Ahmad Nur Fatah juga menekankan bahwa setelah pelatihan, Pemerintah akan terus mendorong para pencari kerja agar mandiri dengan memberikan dukungan modal dari pemerintah.
"Contohnya, kita melaksanakan pelatihan barber shop, kita beri alat-alatnya. Setelah pelatihan, mereka sudah dapat keahlian, sehingga bisa membuka usaha sendiri dengan modal dari pemerintah," tambahnya.
Dari hasil pelatihan sepanjang tahun 2023, Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang berhasil meluluskan sebanyak 15 orang untuk usaha barbershop, 20 orang untuk las besi, 30 orang supir, dan 15 orang teknisi servis AC.
Baca juga: Natal 2023: Wisata Religi di Dua Gereja Tertua Tanjungpinang
Selain itu, melalui kerjasama dengan Balai Besar Kementerian Tenaga Kerja di Medan, mereka juga meluluskan 36 orang barista. Ada juga kerjasama dengan Balai Latihan Kerja di Bekasi yang melibatkan 10 orang peserta untuk bidang barista dan teknisi servis hp.
Ahmad Nur Fatah menekankan bahwa lulusan pelatihan ini memberikan kontribusi positif dengan membantu masyarakat dalam memperoleh keterampilan kerja yang dibutuhkan. "Saat ini, mereka sudah banyak yang membuka usaha sendiri, sebagian lagi ada yang diserap oleh perusahaan-perusahaan," pungkasnya dengan optimisme.

Komentar Via Facebook :