Cerita Soni, Banting Setir dari Sopir Jadi Penjual Es Pernah Sayang di Batam
Gerai Es Pernah Sayang milik Soni. (Foto: Keassy/Batamnews)
Batam, Batamnews - Sebelum terjun ke dunia penjualan es, Soni (42) sebelumnya bekerja sebagai supir lori pengangkut semen. Setelah tidak bekerja dan menganggur, ia pun mulai terjun ke dunia bisnis kuliner.
"Saya jualan ini sudah seminggu, baru usaha juga dan baru mulai. Saya jual es ini untuk mencari nafkah keluarga," tutur Soni, yang berjualan menggunakan mobil pinjaman dari seorang teman yang ingin membantu mengurangi beban keuangannya.
Lokasi penjualan Soni tidak tetap. Setelah ditegur oleh Satpol PP saat berjualan di lokasi awal, ia memutuskan untuk pindah ke lokasi yang lebih strategis. "Saya pindah ke sini, di pinggir jalan dekat Welcome To Batam, karena strategis," ujarnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan sebagai pedagang baru, Soni tidak pernah kehilangan harapan. Penjualannya berfluktuasi, "Hari Sabtu itu es ini terjual 20 cup, kalau hari biasa hanya laku sekitar 10 cup," ungkapnya.
Baca juga: John, Penjual Bakpau Kartun yang Menghibur Anak-Anak Batam
Es yang dijual Soni bukan es biasa. Dia menjual 'Es Pernah Sayang', sebuah minuman unik yang merupakan modifikasi dari es teler.
"Minuman ini hanya ada di sini saja karena sejenis dengan es teler tapi kita kombinasikan lagi isinya kacang merah, kelapa, alpukat, topping es krim dan keju. Harga 1 cupnya Rp 15.000," jelas Soni.
Kisah Soni bukan hanya tentang penjualan es, tetapi juga tentang keberanian, ketekunan, dan semangat untuk mengatasi rintangan. Meski baru memulai, tekad kuatnya telah menunjukkan bahwa dengan usaha yang gigih, semua impian bisa dijangkau.
Penulis: Keassy Simanjuntak
Komentar Via Facebook :