KPK Periksa Pegawai Kontrak Pemkab Bintan Terkait Kasus Dugaan Pemerasan di Rutan Cabang KPK

KPK Periksa Pegawai Kontrak Pemkab Bintan Terkait Kasus Dugaan Pemerasan di Rutan Cabang KPK

Ilustrasi.

Bintan, Batamnews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar pemeriksaan terhadap dua orang saksi di Polres Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, terkait dengan penyidikan kasus dugaan pemerasan di lingkungan Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK. 

Pemeriksaan ini dilakukan pada Selasa, 14 Mei 2024, sebagai bagian dari serangkaian penyidikan yang lebih luas oleh KPK.

Menurut Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Tanjungpinang, saksi yang diperiksa adalah Sukirman, seorang pegawai kontrak Pemerintah Kabupaten Bintan, dan Harid Yan Nugraha dari sektor swasta. 

Baca juga: Ada KPK Hari Ini di Bintan Diduga Periksa Pejabat, Dua Ruangan Polres di Pinjam

"Hari ini Tim Penyidik KPK menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi di sejumlah daerah, termasuk di Bintan," ujar Ali Fikri, Selasa, 14 Mei 2024.

Ali Fikri juga mengungkapkan bahwa KPK telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan penerimaan uang dalam bentuk pemerasan di lingkungan Rutan Cabang KPK. Detail lebih lanjut mengenai identitas dan peran para tersangka masih dalam proses penyidikan.

Kapolres Bintan, AKBP Riky Iswoyo, membenarkan bahwa Penyidik KPK menggunakan ruangan di Polres setempat untuk keperluan pemeriksaan tersebut. 

Baca juga: Partai Demokrat Terima Lima Bakal Calon Bupati Bintan untuk Pilkada 2024, Ada Bupati hingga Aktifis

"Kami menyediakan fasilitas untuk mendukung proses hukum yang dilakukan KPK, namun kami tidak terlibat secara langsung dalam pemeriksaan," kata AKBP Riky Iswoyo, menambahkan bahwa detail spesifik mengenai orang yang diperiksa dan kasusnya belum sepenuhnya diketahui oleh pihaknya.

Pemeriksaan ini menunjukkan langkah serius KPK dalam mengusut tuntas dugaan korupsi dan pemerasan di lembaga pemasyarakatan, sebagai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews