Polisi Buru TY, Bapak-bapak Tersangka Pencabulan Anak Bawah Umur di Natuna

Polisi Buru TY, Bapak-bapak Tersangka Pencabulan Anak Bawah Umur di Natuna

DPO kasus pencabulan anak bawah umur di Natuna.

Natuna, Batamnews - Polres Natuna melalui Polsek Bunguran Barat secara resmi merilis Daftar Pencarian Orang (DPO) atas tersangka berinisial TY (60), setelah terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

TY, yang merupakan pensiunan Kementerian Perhubungan dari Distrik Navigasi wilayah Ranai, Natuna, ini terpaksa berurusan dengan hukum setelah orang tua korban melaporkannya pada 12 Februari 2024 lalu di Polsek Sedanau.

Dari hasil pemeriksaan, TY dinyatakan bersalah dan ditetapkan sebagai tersangka. Sayangnya, sebelum sempat ditahan, tersangka sudah melarikan diri. Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Natuna melalui Kasi Humas Polres Natuna, Aipda David Arviad, pada Selasa, 14 Mei 2024.

Baca juga: Ratusan Pelari Ikuti Natuna Geopark Marathon 2024 di Pantai Piwang

“Benar, pada tanggal 12 Februari lalu, orang tua dan keluarga korban membuat laporan. Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka dan korban, TY ditetapkan menjadi tersangka, namun belum sempat ditahan. Kesempatan itu digunakan TY untuk kabur. Polres Natuna langsung membuat Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Aipda David.

Saat ini, Polres Natuna bersama Polda Kepri telah melakukan upaya pencarian terhadap tersangka. 

"Kami mengimbau pelaku untuk lebih baik menyerahkan diri. Bagi keluarga atau teman yang mengetahui atau menyembunyikan keberadaan tersangka agar segera melaporkannya. Jika tidak, mereka bisa dikenakan hukuman sesuai dengan KUHP,” tambahnya.

Orang yang menyembunyikan keberadaan tersangka dapat dijerat Pasal 221 ayat (1) angka 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). 

Baca juga: Penangkapan Pelaku Pencabulan Terhadap Murid di Natuna, Wanita ASN Berinisial F Ditangkap

“Dihukum dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah: Barang siapa dengan sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan, dituntut karena kejahatan, atau barang siapa memberi pertolongan kepadanya untuk menghindari penyidikan atau penahanan oleh pejabat kehakiman atau kepolisian, atau oleh orang lain yang menurut ketentuan undang-undang terus-menerus atau untuk sementara waktu diserahi menjalankan jabatan kepolisian," bunyi KUHP tersebut.

Jika kasus ini dilimpahkan ke Pengadilan, pemeriksaan perkara tetap dilanjutkan meskipun tanpa kehadiran terdakwa atau wakilnya di persidangan, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 214 ayat (1).

Polres Natuna berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam memberikan informasi terkait keberadaan tersangka agar penegakan hukum dapat berjalan dengan baik dan pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews