Polemik Pendaftaran Bacalon Pilkada Batam Amsakar ke NasDem, Suhadi: Wajib Lewat DPW

Polemik Pendaftaran Bacalon Pilkada Batam Amsakar ke NasDem, Suhadi: Wajib Lewat DPW

Suhadi, Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah Kota Batam (baju hitam). (Foto: Asrul/Batamnews)

Batam, Batamnews - Polemik menjelang pendaftaran bakal calon kepala daerah di Partai NasDem untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Batam 2024 semakin memanas. 

Amsakar Achmad, politisi kawakan yang dikabarkan akan maju dalam kontestasi tersebut, tidak datang mengambil formulir pendaftaran di kantor DPW NasDem Kepulauan Riau pada Senin, 13 Mei 2024.

Amsakar sendiri telah memberikan alasan ketidakhadiran tersebut. Dia mengklaim bahwa sebagai kader NasDem, dia memiliki jalur khusus untuk mendaftar langsung ke DPP NasDem Pusat. 

Jalur inilah yang akan ditempuhnya, seperti yang disampaikan oleh relawannya saat berkunjung ke DPW NasDem pada Jumat lalu.

Baca juga: Tim Penjaringan Kecewa, Amsakar Achmad Batalkan Ambil Formulir Pendaftaran Pilwako Batam ke NasDem

Menanggapi hal ini, Suhadi, Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah Kota Batam, menegaskan bahwa langkah Amsakar tersebut merupakan pelanggaran. 

"Jika calon mendaftar langsung di DPP, itu artinya dia sudah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai NasDem," kata Suhadi dalam konferensi pers di Hotel Aston pada Senin, 13 Mei 2024.

Suhadi mengutip Pasal 20 AD/RT Partai NasDem yang menyebutkan bahwa tugas Dewan Pimpinan Wilayah adalah menjaring dan mengusulkan calon Gubernur, Wakil Gubernur, Wali Kota, Wakil Wali Kota, Bupati, dan Wakil Bupati. Dengan demikian, alur pendaftaran resmi adalah dari DPD diajukan ke DPW, kemudian ke DPP.

"Kemarin ada tim (Tim Relawan Amsakar) yang mengatakan bahwa boleh mendaftar langsung ke DPP. Bagi saya, itu adalah informasi yang sangat sesat," kata Suhadi.

Baca juga: Amsakar Batalkan Ambil Formulir Pendaftaran Cawako di Kantor NasDem

Dia menghimbau kepada calon lain untuk tidak mengikuti model berpikir tersebut karena itu melanggar AD/RT Partai NasDem. "Jadi, penyampaian dari tim atau Pak Am (Amsakar Achmad) yang ingin langsung ke DPP itu tidak benar, itu melanggar AD/RT," kata Suhadi.

Suhadi menambahkan bahwa jika Amsakar tetap menempuh jalur tersebut, hal itu terserah yang bersangkutan. Namun, dia menegaskan bahwa tim penjaringan NasDem tidak mendapatkan konfirmasi atau informasi dari Amsakar atau tim relawannya bahwa mereka akan datang pada hari Senin di kantor DPW.

"Proses penjaringan bakal calon kepala daerah dari NasDem waktunya sudah sangat mendesak karena pada tanggal 16 Mei 2024 dan tanggal 17 Mei 2024 sudah harus dilaporkan ke pusat. Maka kami menganggap bahwa yang bersangkutan (Amsakar) tidak memiliki niat serius untuk mendaftar ke Partai NasDem," pungkas Suhadi.

Polemik ini menunjukkan adanya ketegangan dalam proses pencalonan untuk Pilkada Kota Batam 2024, dengan pihak-pihak terkait saling menegaskan tafsiran mereka atas aturan internal partai.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews