Bandrek Aceh, Kuliner Warisan yang Menghangatkan di Kota Batam

Bandrek Aceh, Kuliner Warisan yang Menghangatkan di Kota Batam

Warung bandrek Aceh di Batam. (Foto: Putri/Batamnews)

Batam, Batamnews - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan modernisasi, satu warisan budaya dari Aceh tetap bertahan melewati zaman: Bandrek, minuman tradisional yang menghangatkan. Di Tanjungbuntung, Batam, kehadiran bandrek masih kuat terasa, menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Bandrek, yang terbuat dari jahe, gula merah, dan rempah-rempah khas Aceh, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik bagi penduduk Aceh maupun warga Batam. Uniknya, keberadaan bandrek di Batam tidak hanya sekadar minuman, tetapi juga sebagai simbol dari kehangatan warisan turun-temurun.

Pak Cek Fan, seorang penjual bandrek tradisional di pinggiran Batam, mewarisi resep rahasia ini dari generasi ke generasi dalam keluarganya. Dengan dedikasi, ia mempersiapkan dan menjual bandrek di kedai kecilnya setiap pagi. 

"Bandrek adalah simbol kehangatan dan kearifan lokal kami sebagai orang Aceh. Saya bangga mewarisi dan melanjutkan tradisi ini," ucap Pak Cek Fan dengan semangat.

Baca juga: Cara Memasak Gonggong yang Sempurna: Tips dari Ahli Kuliner Tanjungpinang

Pengunjung kedai, Rina, seorang pelanggan setia, menambahkan, "Bandrek ini tidak hanya enak tetapi juga sehat. Aromanya yang menyegarkan dan rasa yang menghangatkan tubuh adalah alasan saya sering kesini, terutama di pagi hari."

Walaupun modernisasi kota Batam berjalan cepat, keberadaan penjual bandrek tradisional seperti Pak Cek Fan menunjukkan bahwa tradisi masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Bandrek Aceh di Batam bukan hanya tentang rasa, tapi juga tentang mempertahankan dan merawat warisan budaya dalam suasana urban yang dinamis.

Dengan setiap cangkir bandrek yang disajikan, tradisi Aceh terus hidup, menghangatkan lebih banyak hati di kota Batam. Ini adalah contoh bagaimana warisan budaya bisa tetap relevan dan dicintai meskipun di tengah gelombang modernisasi yang menerjang.

Penulis: Putri Roito Sitorus


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews