Pemkot Batam Kaji Rencana Pengelolaan Sampah oleh Perusahaan China

Pemkot Batam Kaji Rencana Pengelolaan Sampah oleh Perusahaan China

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, menerima audiensi dari Hunan Junxin Environmental Protection Co. Ltd dan PT Energy Global Solution

Batam, Batamnews - Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, menerima audiensi dari Hunan Junxin Environmental Protection Co. Ltd dan PT Energy Global Solution terkait rencana pengelolaan sampah di Kota Batam. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Embung Fatimah Kantor Walikota, Sabtu, 18 November 2023.

Dalam rapat ini, hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie, Kepala Bagian Kerjasama Setdako Batam, Nurmadiah, Bidang Aset, dan Bidang Anggaran BPKAD Kota Batam, serta Bagian Hukum Setdako Batam.

Hunan Junxin Environmental Protection Co. Ltd berencana mengelola sampah di Kota Batam dari hulu ke hilir tanpa tipping fee, namun membutuhkan dukungan pemerintah sebesar Rp100 ribu/ton untuk biaya transportasi. 

Baca juga: Haruskan Perempuan Berkontribusi di Tengah Uforia Menuju Tahun Politik 2024

Jefridin menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Batam menganggarkan sekitar Rp60 milyar per tahun untuk kegiatan pengelolaan sampah. Namun, Hunan Junxin Environmental Protection Co. Ltd memperkirakan kebutuhan anggaran lebih besar, sekitar Rp100.000/ton x 870 ton/hari/365 hari.

"Saat ini, Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengalokasikan dana sekitar Rp60 miliar per tahun untuk kegiatan penanggulangan sampah, termasuk pemeliharaan armada, satuan tugas (satgas), bahan bakar minyak (BBM), dan aspek lainnya. Meski demikian, dalam perkiraan perhitungan sebesar Rp100.000 per ton, dengan volume sampah mencapai 870 ton per hari selama 365 hari, DLH hanya menganggarkan sekitar Rp32 miliar per tahun," terang Jefridin.

Perusahaan tersebut mengusulkan skema kerjasama Built, Operate and Transfer (BOT) selama 30 + 15 tahun dengan periode operasi 30 tahun. Proyek ini memerlukan lahan seluas 12 hektar dan menggunakan teknologi WTE (Waste to Energy) atau insenerasi dengan suhu kurang dari 950 derajat Celsius. Investasi yang diperlukan sekitar Rp1,76 triliun.

Baca juga: Rahasia Meredakan Asam Lambung dengan 5 Minuman Herbal Terbaik Salah Satunya Daun Pepaya

“Pada umumnya proposal dari Hunan Junxin Environmental Protection Co. Ltd memenuhi kajian dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Jika dari hasil kajian LMAN konsesi 50 tahun, namun Hunan Junxin Environmental Protection Co. Ltd konsesi lebih pendek, off taker pembeli listrik menjadi tanggung jawab Hunan pengelolaan dilakukan dari hulu ke dan nilai investasi diatas dari hasil kajian LMAN,” jelas Jefridin.

Meski demikian, Jefridin menekankan perlunya kajian lebih lanjut di internal Pemko Batam karena ada beberapa calon investor lain yang juga berminat mengelola sampah di Kota Batam. Dalam diskusi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan masukan dari Bidang Aset BPKAD Kota Batam, skema kerjasama yang direkomendasikan adalah Kerjasama Pemanfaatan (KSP).

Jefridin menambahkan bahwa sebagai pengelola Barang Milik Daerah, ia berharap semua proses sesuai dengan ketentuan hukum, mengacu pada Permendagri No.19 Tahun 2016 dan Perda Kota Batam No.4 Tahun 2018 tentang Pengelolaan BMD. Ia mengingatkan agar tidak ada aturan yang dilanggar dalam pelaksanaan proyek ini.


Komentar Via Facebook :
close

Aplikasi Android Batamnews