Insiden Tali Bendera Merah Putih Lepas Hebohkan Upacara HUT ke-21 Provinsi Kepulauan Riau

Insiden Tali Bendera Merah Putih Lepas Hebohkan Upacara HUT ke-21 Provinsi Kepulauan Riau

Insiden saat tali bendera putus di hari jadi Pemerintah Provinsi Kepri Ke - 21

Nurjali

Tanjungpinang, Batamnews - Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang pagi ini menjadi sorotan setelah tali bendera merah putih yang menghiasi tiang bendera tiba-tiba lepas. 

Insiden yang terjadi selama upacara tersebut memicu kehebohan di antara peserta upacara.

Lepasnya tali bendera tersebut tidak berlangsung lama, berkat aksi heroik seorang peserta upacara yang mengenakan baju kurung berwarna ungu. Pria tersebut memanjat tiang bendera dengan sigap dan berhasil memperbaiki tali bendera merah putih yang terlepas. 

Aksi heroiknya mendapatkan tepuk tangan meriah dari peserta upacara lainnya.

Salah seorang peserta upacara, Ardi, mengungkapkan kejutan yang dialaminya ketika melihat tali bendera lepas. "Iya, kirain kenapa tadi. Rupanya ada tali yang lepas. Tapi untung ada yang manjat buat masang," kata Ardi.

Meskipun terjadi insiden ini, upacara HUT ke-21 Kepri tetap berlangsung dengan khidmat. Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, bertindak selaku Inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi Ke-21 Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2023 di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau. 

Baca juga: Gerakan Selamatkan Pangan: Ansar Terbitkan Instruksi Gubernur Kepri untuk Mengurangi Food Waste

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ansar mengajak semua peserta upacara untuk menjadikan HUT ke-21 ini sebagai momentum parade pembangunan yang berkelanjutan.

"Mari kita jadikan Hari Jadi ini sebagai momentum parade pembangunan yang berkelanjutan dan berpaut pada pasal 11 Gurindam 12 'Hendaklah berjasa kepada yang sebangsa', bermakna sebagai anak bangsa, kita harus bisa mengerahkan segala kemampuan demi mengharumkan Negeri Melayu Kepulauan Riau," ujarnya.

Gubernur Ansar juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Kepulauan Riau, termasuk Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, lembaga/instansi vertikal, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh wanita, dunia usaha, kalangan pers, dan masyarakat secara umum.

Baca juga: Tanggap KKN-P2EM STIE Pembangunan: Mahasiswa Siap Berdayakan Ekonomi Masyarakat Bintan

Kolaborasi ini telah menghasilkan berbagai program strategis di Kepulauan Riau, seperti pemenuhan konektivitas antar wilayah, percepatan infrastruktur untuk transformasi dunia digital, penguatan wilayah 3T, pemberian modal usaha dengan subsidi bunga 0% untuk UMKM, pemenuhan infrastruktur dasar melalui Program Kepri Terang, pembangunan rumah singgah, perlindungan nelayan melalui Program BPJS Ketenagakerjaan, penguatan keagamaan, peningkatan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, penguatan nilai-nilai budaya, dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus.

Gubernur Ansar menutup pidatonya dengan mengajak semua pihak untuk terus bersama-sama menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. "Mari kita 'Turun Tangan' bukan sekedar 'Urun Angan' dalam mewujudkan 'Ekonomi Maju, Untuk Kepri Berbudaya' menuju Kepulauan Riau yang Makmur, Berdaya Saing, dan Berbudaya," tutupnya.

Sebagai ungkapan rasa syukur dan apresiasi, setelah upacara, Gubernur Ansar memberikan penghargaan dan bantuan kepada pihak-pihak yang telah berjasa pada pembentukan Provinsi Kepri, mendukung pembangunan, serta ikut mengharumkan nama Kepri di kancah nasional. Sebanyak 101 penerima mendapatkan penghargaan tersebut.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :