Kepri Raih Capaian Prestisius: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumatera, Inflasi Rendah

Kepri Raih Capaian Prestisius: Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumatera, Inflasi Rendah

Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memimpin rapat Forkopimda di Natuna

Nurjali

Natuna, Batamnews - Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, memimpin rapat koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Kepulauan Riau. 

Rakor yang diselenggarakan di ruang rapat Lt 2 Kantor Bupati Natuna pada Rabu (16/8) ini mengusung tema 'Upaya Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Pengendalian Inflasi, Pengentasan Kemiskinan, Serta Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Terhadap Terjadinya Bencana'.

Dalam tengah-tengah padatnya jadwal menjelang peringatan hari ulang tahun ke-78 Republik Indonesia, Gubernur Ansar Ahmad mengucapkan terima kasih kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan FORKOPIMDA Kepri, termasuk Bank Indonesia (BI) Kepri, atas kontribusi luarbiasa mereka. 

Baca juga : Peringatan HUT Kemerdekaan RI: Gubernur Kepulauan Riau Lantik 33 Anggota Paskibraka Terbaik 2023

Semua pihak diakui telah bekerja sama dengan baik, kompak, dan serius, menghasilkan capaian signifikan dalam pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi. Provinsi Kepri bahkan berhasil menduduki peringkat terbaik ke-4 secara nasional dan menjadi yang terbaik di Sumatera.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras kita bersama, baik TNI, Polri, Instansi Vertikal, termasuk BI. Apa yang telah kita bahas dalam rapat singkat ini, akan kita tindaklanjuti dengan rapat teknis nantinya. Kita harus terus meningkatkan apa yang sudah kita jalankan dengan baik dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan," kata Gubernur Ansar dalam pernyataannya.

Selain itu, Ansar juga menyoroti persiapan Pemilu Legislatif dan Pilpres yang akan diadakan pada tahun 2024. "Persiapan Pemilu Legislatif dan Pilpres menjadi fokus kita. Keamanan dan ketertiban harus dijaga dengan baik di Kepri," tambahnya.

Gubernur Ansar menekankan pentingnya pengendalian inflasi di Kepri, khususnya dalam hal ketersediaan komoditas seperti cabai dan telur. "Income perkapita dan pengendalian inflasi harus seimbang. Kita tidak dapat memiliki pendapatan perkapita yang baik jika inflasi masih tinggi. 

Saya sangat mengapresiasi langkah BI dalam memimpin masyarakat untuk menggunakan cabai kering dalam memasak sebagai upaya pengendalian inflasi," ungkap Ansar. Ia juga memuji dukungan BI terhadap program digitalisasi di daerah.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Darwis Sitorus, yang menyampaikan laporan mengenai pertumbuhan ekonomi Kepri. Meskipun ada beberapa penurunan dalam beberapa hal, pertumbuhan ekonomi Kepri secara makro masih berada dalam jalur yang baik, bahkan mencatat angka terbaik secara nasional di bawah DKI Jakarta dan tertinggi di Sumatera.

Baca juga : Kirab Merah Putih HUT RI Ke 78 di Tanjungpinang Diikuti Ribuan Peserta dan Ratusan Bendera

Kepala BI Kepri, Suryono, turut mengamini kinerja positif Pemerintah Provinsi Kepri, FORKOPIMDA, dan BI Kepri. Inflasi di Kepri pada bulan Juli secara nasional tercatat paling rendah dan telah berlangsung selama 3 bulan berturut-turut (Mei, Juni, Juli).

Dalam hal penanganan stunting, Kepri juga mencatat prestasi yang baik. Kepala BKKBN Kepri, Rohina, melaporkan penurunan drastis kasus stunting dari 4.334 menjadi 2.893 setelah validasi. Hingga Juni 2023, penambahan kasus stunting hanya terjadi di Anambas (2 kasus), Batam (11 kasus), Bintan (4 kasus), dan Karimun (3 kasus).

Menyinggung tentang kesiapsiagaan terhadap bencana, Kepala BPBD Kepri, M. Hasbi, menjelaskan bahwa ada 10 potensi bencana dari tahun 2022 hingga 2026, dengan 6 di antaranya termasuk potensi besar seperti banjir, cuaca ekstrim, kekeringan, longsor, kebakaran hutan, dan lahan. Selama tahun 2023, tercatat telah terjadi 275 kejadian bencana.

"Kita perlu mewaspadai fenomena El Niño saat ini, yang dapat menyebabkan kekeringan akibat pemanasan suhu muka laut. Meskipun demikian, kondisi El Niño di Kepri belum begitu mengkhawatirkan," kata Hasbi.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :