Berhasil! Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Unitri, Upaya Penyelidikan Masih Dilakukan

Berhasil! Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Unitri, Upaya Penyelidikan Masih Dilakukan

Polres Malang saat menggelar razia di wilayah hukum Polres Malang

Nurjali

Surabaya, Batamnews - Unit Reserse Kriminal Polres Malang telah berhasil menangkap salah satu pelaku pembunuhan mahasiswa Universitas Tribhuana Tunggadewi (Unitri) yang sebelumnya menjadi buron. Pelaku ditangkap di Surabaya pada hari kemarin (30/6), demikian diumumkan oleh Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, setelah salat Jumat kemarin.

"Pada saat ini, satu pelaku yang terlibat dan berperan dalam pembunuhan itu telah ditangkap di Surabaya," ujar Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana dalam konferensi persnya.

Baca juga : Berhasil Ungkap Kasus Korupsi dan Perbankan, Kompol Teddy Adrian dan Timnya Dianugerahi Penghargaan Oleh Kapolda Riau

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, mahasiswa Unitri bernama Krisnael Murry (24) tewas tertusuk pada Minggu lalu (25/6). Krisnael hadir dalam sebuah pesta kelulusan yang diadakan di sebuah kafe di Jalan Karyawiguna, Dusun Babatan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Setelah pesta kelulusan, Krisnael ditemukan dalam keadaan perut tertusuk senjata tajam.

Setelah kejadian itu, polisi melakukan identifikasi terhadap beberapa tersangka dan melakukan pengejaran. Namun, Kapolres Kholis tidak memberikan rincian mengenai jumlah tersangka yang masih dalam pengejaran. Kepala kepolisian tersebut juga enggan mengungkap identitas pelaku yang telah ditangkap.

Baca juga : Mengabadikan Kebersamaan Masyarakat: Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun, Luncurkan Buku Perspektif Binkamtibmas

"Kami belum dapat memberikan informasi mengenai identitas, jumlah pelaku, dan motifnya karena masih dalam tahap penyelidikan," jelas Kapolres.

Kapolres Kholis memastikan bahwa satu pelaku yang ditangkap memiliki peran yang signifikan dalam kasus pembunuhan Krisnael Murry. Dengan penangkapan ini, diharapkan akan membuka jalan untuk mengungkap pelaku lain yang terlibat.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa lebih dari 30 saksi terkait kasus ini. Kapolres Kholis juga mengungkapkan hasil visum dari korban, "Korban mengalami asfiksia, yaitu masalah pada pernapasan karena bagian tubuhnya tertusuk benda tajam, tepatnya di paru-paru dan jantung," ungkapnya.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan pelaku lain melarikan diri dan pulang ke kampung halamannya, Kapolres Kholis tidak memberikan jawaban pasti. "Kami masih terus melakukan penyelidikan terkait hal tersebut," jawab Kholis.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :