Ngeri! Sampah Puntung Rokok di Sumatera Capai 5,5 Ton, Baru Bisa Terurai Selama 100 Tahun

Ngeri! Sampah Puntung Rokok di Sumatera Capai 5,5 Ton, Baru Bisa Terurai Selama 100 Tahun

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Dodo

Jakarta - Puntung rokok merupakan salah satu jenis sampah yang sulit terurai. Butuh waktu 100 tahun agar sampah puntung rokok ini terurai secara alami.

Peneliti Universitas Indonesia (UI), Dr. Al Asyari menemukan puntung rokok tidak hanya menyebabkan pencemaran laut dan tanah, namun juga kebakaran sehingga berdampak terhadap kerugian sosial ekonomi.

Apalagi meski Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, tapi puntung rokok paling banyak ditemukan di pulau Sumatera dengan estimasi berat sampah puntung rokok mencapai 8,5 ton.

Baca: Puntung Rokok Bikin Kantor Polisi di Singapura Terbakar, Tukang AC Dibui

Berat puntung rokok ini menyumbang sebanyak 35,49% dari total sampah puntung rokok di Indonesia dengan 42.4 juta batang dikonsumsi selama setahun.

Ditemukan juga sebaran sampah puntung rokok berhubungan dengan sebaran cemaran logam berat yaitu aluminium (Al), besi (Fe), dan seng (Zn).

Cemaran logam berat memiliki dampak bahaya yang serius bagi makhluk hidup baik tanaman, hewan, hingga manusia apabila cemaran logam masuk ke dalam air minum yang dikonsumsi.

"Selama ini dorongan hanya untuk bagaimana perda dilaksanakan tapi jarang evaluasi bagaimana kualitas implementasinya," ungkap Analis Senior Pusat Kajian Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal (PKPN BKF), Sarno melalui rilis Indonesian Tobacco Control Research Network atau ITCRN 2022, dikutip dari Suara.com, Kamis (9/3/2023).

Baca: Bea Cukai Kepri Selidiki Keberadaan Kontainer Rokok Selundupan asal Vietnam

Dari hasil penelitian ini, bisa memberikan rekomendasi penting untuk pengendalian konsumsi rokok di Indonesia. Di samping mendukung pengendalian konsumsi rokok untuk menghindari dampak negatifnya bagi kesehatan dan lingkungan, diperlukan juga suatu waste management system untuk mencegah pencemaran lingkungan dari puntung rokok.

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :