Seorang Pria Queensland Ingin Jadi Dokter Sebelum Pergi ke Suriah

Seorang Pria Queensland Ingin Jadi Dokter Sebelum Pergi ke Suriah

Jordan Harding. (Foto: Facebook/Daily Mail)

Zuhri Muhammad

BATAMNEWS.CO.ID, Queensland - Saudara laki-laki pejuang anti-ISIS Australia ternyata diam-diam ingin mengikuti jejak saudaranya Reece Harding berangkat ke Suriah. Namun ia ke sana bukan sebagai tentara namun sebagai dokter.

 

Jordan Harding, 18, mengatakan, ia terinspirasi oleh saudaranya Reece, 23, yang tewas pada bulan Juni ketika ia menginjak ranjau di Suriah saat berperang untuk kelompok milisi Kurdi yang dikenal sebagai YPG.

 

Jordan Harding sudah mempersiapkan diri. Ia sekarang ingin belajar kedokteran dan perjalanan dari rumahnya di Gold Coast, Queensland, ke Timur Tengah dengan maksud untuk membantu orang lain, seperti dilaporkan Gold Coast Bulletin.

 

Setelah menerima kelas bracket tertinggi di kualifikasi SMA-nya, Jordan memiliki pilihan untuk belajar kedokteran di universitas.

 

Meskipun ia ingin membantu mereka yang kurang beruntung di negara-negara lain, ia bermaksud untuk mengambil pendekatan yang berbeda dari Reece.

 

“Meskipun ia (Reece) berperang di sana di Suriah, saya ingin bekerja di sana sebagai pekerja bantuan kemanusiaan, seperti dokter, dan membantu mereka di kamp-kamp pengungsi yang benar-benar berjuang," katanya kepada Gold Coast Bulletin.

 

Masalah yang bisa dilihat  dalam kasus yang sama pernah menimpa seorang lelaki asal  Queensland bernama Ashley Dyball, yang berperang melawan ISIS bersama Reece.

 

Dyball menghadapi masa depan yang belum menentu, ketika ia baru saja kembali ke Australia, seperti pemerintah telah mengatakan ia bisa dijerat hukum tempur asing yang membawa hukuman hingga 25 tahun penjara.

 

Setelah tiba di Australia pada awal Desember, ia diinterogasi oleh polisi federal tetapi dibebaskan tanpa tuduhan.

 

Jordan mengatakan kepada Gold Coast Bulletin ia tidak tahu saudaranya berjuang di Timur Tengah dan terkejut dengan kematiannya.

 

Meskipun demikian, ia menemukan pelipur lara dalam mengetahui dia meninggal melakukan sesuatu yang dia merasa benar.

 

Jordan awalnya menjadi tertarik menjadi dokter setelah ayahnya Keith mengalami serangan jantung dan dokter dihidupkan kembali setelah dia belum bernapas selama 20 menit, katanya.

 

"Saya memutuskan ini adalah apa yang saya ingin lakukan selama sisa hidup saya. “

 

[snw]

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :