Efek Fatal Menghirup Gas Air Mata, Ditembakkan Polisi di Stadion Kanjuruhan

Efek Fatal Menghirup Gas Air Mata, Ditembakkan Polisi di Stadion Kanjuruhan

Aparat lepaskan gas air mata ke arah suporter (Foto: detikJatim)

Muhammad Ikhsan

Jakarta - Ratusan orang meninggal dunia di insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Saat kerusuhan terjadi aparat menembakkan gas air mata untuk mengurai massa.

Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.

Terpapar gas air mata menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, mata, dan kulit. Tingkat keparahan gejala yang dialami setelah terpapar gas air mata dapat bergantung pada seberapa banyak gas air mata yang digunakan dan jarak dengan paparan gas air mata.

Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan: Patah Tulang, Sesak Nafas

Laman Healthline menjelaskan kebanyakan orang sembuh dari gas air mata tanpa komplikasi. Namun, orang yang terpapar jumlah besar atau yang memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya dapat mengalami gejala parah seperti gagal napas, kebutaan, dan bahkan kematian.

Efek pada mata

Segera setelah terpapar gas air mata, seseorang dapat mengalami gejala mata berikut:

* Mata berair

* Mata gatal

Baca juga: Presiden AFC Sedih dan Prihatin Terjadinya Tragedi Kanjuruhan

* Mata terasa terbakar

* Luka bakar di area mata

* Pandangan kabur

* Kebutaan

Efek pada pernapasan

Menghirup gas air mata dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Orang dengan kondisi pernapasan yang sudah ada sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala parah seperti gagal napas. Beberapa efek yang muncul yakni:

* Rasa terbakar dan gatal di tenggorokan

* Kesulitan bernapas

* Batuk

* Dada sesak

* Mual

* Muntah

* Gagal napas

Dalam kasus yang parah, paparan gas air mata konsentrasi tinggi atau paparan di ruang tertutup atau untuk jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kematian.
 

Baca Berita Lainnya di Google News.
Simak Berita Terupdate Tentang Batam, Kepri dan Sekitarnya di Ponselmu. Pilih Saluran Batamnews di Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZTLte2f3EBce7FG60k. Pastikan Aplikasi WhatsApp sudah Terinstal.

Komentar Via Facebook :