Indonesia Masuk 10 Negara dengan Kasus Kebocoran Data Terbesar di Dunia

Indonesia Masuk 10 Negara dengan Kasus Kebocoran Data Terbesar di Dunia

Ilustrasi Kebocoran Data. (Foto: Pexel)

Jakarta, Batamnews - Kasus kebocoran data sedang marak di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Bahkan, Indonesia masuk dalam daftar 10 besar negara dengan kasus kebocoran data terbanyak di dunia.

Sebelumnya, perlu dipahami apa itu kebocoran data. Menurut European Commission, kebocoran data adalah ketika data yang menjadi tanggung jawab perusahaan atau organisasi mengalami insiden keamanan yang mengakibatkan data tersebar.

Data yang tersebar dapat merugikan organisasi, perusahaan, atau individu pemilik data tersebut. Kerugian yang ditimbulkan bisa berupa diskriminasi, kerugian finansial atau bahkan ancaman.

Sebuah lembaga keamanan digital asal Belanda, Sufshark bersama lembaga lain telah menganalisis kebocoran data di dunia pada bulan Januari sampai Maret 2022.

Baca juga: Ditangkap Diduga Bjorka, Pemuda Madiun Cuma Punya Satu HP dan Ibu-nya Buruh Tani

Dari berita kebocoran data yang muncul secara online, Surfshark memilah database yang bocor, membuat kombinasi data, dan mengurutkannya pada tiap negara.

Melansir situs resminya, berikut 10 negara dengan kasus kebocoran data terbanyak di dunia.

10 Negara dengan Kasus Kebocoran Data Terbanyak di Dunia

1. Rusia: 3.55 juta pengguna
2. Amerika Serikat: 2,49 juta pengguna
3. Polandia: 961,03 ribu pengguna
4. Prancis: 721,17 ribu pengguna
5. India: 674,85 ribu pengguna
6. Turki: 486,6 ribu pengguna
7. Australia: 430,3 ribu pengguna
8. Indonesia: 429,86 ribu pengguna
9. Hong Kong: 310,81 ribu pengguna
10. Jerman: 305,97 ribu pengguna

Baca juga: Korsel Denda Google dan Meta Rp 1 Triliun Gegara Kumpulkan Data Pengguna Tanpa Izin

Kasus Kebocoran Data di Indonesia

Berada di posisi 8, Indonesia juga kerap mengalami kasus kebocoran. Melansir dari detikNews, beberapa data vital penduduk Indonesia telah bocor, seperti anggota BPJS, PLN, hingga Indihome.

Nah, perkara kebocoran data yang masuk dalam kategori keamanan siber ini bisa dipelajari secara formal di beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

(ruz)
Komentar Via Facebook :