Miris! Nelayan Asing Pesta Pora Keruk Ikan di Laut Natuna, Nelayan Lokal Terusir Coast Guard China

Miris! Nelayan Asing Pesta Pora Keruk Ikan di Laut Natuna, Nelayan Lokal Terusir Coast Guard China

Kapal ikan nelayan asing sedang pesta pora mengeruk ikan di laut Natuna. (Foto: Dok. nelayan tradisional Natuna)

Natuna, Batamnews-  Kini nelayan Natuna tidak hanya dihadapkan oleh maraknya nelayan asing yang mencuri ikan di wilayah Laut Natuna Utara. Mereka harus berhadapan dengan Kapal Coast Guard China di Laut Sendiri. 

Kejadian hadirnya Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara tersebut terjadi beberapa hari lalu. Beberapa nelayan Natuna merasa terintimidasi oleh kehadiran kapal penjaga pantai negara asing tersebut, saat mereka mencari ikan di wilayah perairan NKRI.

"Kami diadang oleh kapal Coast Guard China dan kapal itu kelilingi kami, kalau bukan untuk menakut-nakuti kami, apa tujuannya itu," kata Dedi, salah seorang nelayan.

Penampakan Kapal Coastguard China. (Dok. Nelayan Lokal)

Baca juga: Imigrasi Deportasi 28 ABK Asal Vietnam Pelaku Ilegal Fishing di Laut Natuna Utara

Meski sempat takut, dirinya mengaku tidak gentar, karena yakin masih berada di wilayah laut Indonesia dan tidak berbuat salah.

"Saya tidak takut, saya terus saja, tapi malam mereka datang lagi mendekat, itu terjadi pada tanggal 8 September seperti yang dalam video itu," lanjut Dedi.

Berdasarkan video yang diabadikan dan sempat diunggah oleh Dedi, Kapal penjaga pantai milik China itu berada di titik koordinat 06'15.394 N 109'37.320 E.

Baca juga: Menteri KKP Luncurkan Kapal Cepat Buru Praktik Ilegal Fishing di Kepri

Tidak hanya itu, masih menurut keterangannya selama 13 hari berada di laut, Dedi juga menyaksikan kapal ikan asing milik Vietnam dan Taiwan melakukan penangkapan ikan di laut Natuna Utara

"Sejak akhir Agustus lalu kami temukan kapal Vietnam ada 16 buah, 3 kapal lengkong dan satu kapal ikan Taiwan," kata Dedi.

"Salah satu kapal ikan berbendera Vietnam saat saya dekati bisa berbahasa indonesia, dia bilang Natuna baik baik ya, Batam the best," kata dia.

 

Dedi juga menunjukan beberapa video saat Ia sedang mendekati KIA sedang melakukan penangkapan ikan dan Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara.

Aksi Pencurian Ikan Makin Marak

Ketua Aliansi Nelayan Natuna (ANNA), Henri mengatakan jika permasalahan Kapal Nelayan Asing (KIA) ini sudah berlangsung lama. Apalagi sejak Susi Pudjiastuti sudah tidak menjabat sebagai menteri KKP dan KIA ini semakin masif dan jauh masuk menerobos ZEEI untuk mencuri ikan. 

Kehadiran Kapal Ikan Asing (KIA) ini bahkan sampai 30 mil dari pulau terluar yakni Kecamatan Pulau Laut yang berada di laut Natuna Utara.

Ia menjelaskan jika pada suatu area koordinat tertentu, nelayan Natuna sering menjumpai belasan sampai puluhan unit KIA yang mengeruk ikan di perairan Natuna. Begitu juga di area koordinat lainnya.

Ada juga KIA yang didampingi oleh kapal Coast Guard bahkan kapal perang yang mengamankan operasional kapal-kapal ikan asing tersebut.

"Selain KIA, nelayan Natuna juga melihat kehadiran kapal Coast Guard Tiongkok yang melakukan manuver memotong haluan dan mengitari kapal nelayan Natuna, bahkan pada malam harinya ketika nelayan Natuna lagi Lego jangkar didatangi kembali oleh Coast Guard tersebut," terang Henri, Rabu (14/9/2022) siang.

"Kami berharap kepada pemerintah RI melalui aparat terkait supaya menindak KIA ini serta rutin melakukan patroli dan pengawasan di laut Natuna Utara. Kehadiran KIA yg masif ini sudah sangat mengganggu operasional kapal-kapal nelayan Natuna. Di samping hasil tangkapan yang jauh menurun, para nelayan juga tidak leluasa lagi bekerja menangkap ikan karena fishing ground sudah dikuasai oleh KIA ini. Bahkan nelayan Natuna terpaksa menghindar dan pergi menangkap ikan ke laut Malaysia dan Brunei untuk memperoleh hasil yang lebih baik," ucapnya.
 

(Yan)